Rabu, Februari 03, 2010

Seks Tetap Hot Usai Melahirkan

KEHADIRAN bayi baru menghadirkan hubungan emosional makin erat dalam keluarga. Bagaimana dengan cerita seks Anda bersama pasangan? Nyatanya, kehidupan seks kurang berwarna menjadi keluhan sebagian pasangan yang baru saja dikarunai anak.

Tenang, Anda tetap bisa menemukan waktu untuk bercinta, di antara menyusui, mengganti popok, ataupun menidurkan si kecil. Camkan bahwa saat sang buah hati terlahir ke bumi, ini adalah waktu terbaik dalam kehidupan Anda. Sebagian pasangan merasakan intimasi yang lebih baik.

“Kebanyakan wanita terlalu memfokuskan perhatian pada bayi dengan berbagai alasan yang dapat diterima. Mereka kehilangan pandangan terhadap gambar besar, yakni suami. Inilah yang mematikan api cinta seks dan pernikahan,” tutur Irina Firstein, seorang spesialis hubungan.

Simak bagaimana Anda dan pasangan memanaskan kembali urusan ranjang setelah melahirkan, seperti dikutip Sheknows.

Berat badan naik, bukan masalah
Bukan rahasia lagi, saat Anda punya seorang bayi, berat badan sedikit membengkak. Dan terkadang memengaruhi kepercayaan diri, termasuk dalam urusan seks.

“Banyak wanita kesulitan merasakan diri seksi dan terhubung secara seksual karena penambahan berat badan, kelelahan, dan curahan perhatian untuk bayi. Jangan biarkan hal ini menganggu urusan cinta dan ekspresi cinta Anda kepada suami. Berat badan Anda akan menurun dengan sendirinya” kata Firstein.

Jangan lupa istirahat
Firstein menyarankan, Anda sebaiknya tidur saat buah hati tidur. Dan paling penting, ekspresikan Anda penuh gairah saat suami memberi sinyal ajakan bercinta. Kalau Anda stres, pasti tidak akan terlihat seksi.

Foreplay sebelum foreplay
Tahukah Anda, foreplay terkadang lebih menyenangkan daripada playing itu sendiri? Pernah membayangkan kesenangan foreplay sebelum foreplay?

Caranya, kirimkan pesan lewat email ataupun telepon seluler mesra di sela jam kerjanya untuk mencumbu dan mengajaknya bercinta nanti malam. Bahkan, Anda berdua bisa saling berbagi fantasi seks melalui dunia maya.

Buat jadwal
Anda berdua sama-sama sibuk, tapi itu tak menyurutkan keinginan berhubungan seks. Jika perlu, aturlah jadwal untuk saling memberikan intimasi menuju percintaan penuh makna, misal untuk makan malam romantis di restoran pada akhir pekan. Sementara si kecil, Anda bisa memercayakannya pada baby sitter ataupun orangtua.

Tetap terhubung
“Jangan kehilangan koneksi seksual. Memang sulit untuk menyamakan cerita seks seperti sebelum punya anak. Tapi, jangan ragu memulainya. Sekali Anda terhubung dengan suami, akan mudah untuk mengomunikasikan perasaan, kecemasan, dan keberhasilan. Saling bicara sebelum tidur adalah permulaan yang baik.

Ketahui pola tidur bayi Anda
“Kebanyakan bayi tidur cukup lama yang seharusnya memberi Anda waktu untuk menyikat gigi, menyisir rambut, mematikan lampu, dan menyalakan lilin,” kata Stacey Nelkin, penulis “You Can't Afford to Break Up: How an Empty Wallet and a Dirty Mind Can Save Your Relationship”.

Siapkan pula diri Anda untuk berhubungan intim dengan pasangan.
Luangkan waktu untuk pemanasan
Ini ditujukan untuk pria. “Sisihkan waktu untuk foreplay serius, bukan sekedarnya, sebab kelelahan bisa benar-benar menurunkan hasrat seks,” kata Nelkin.

Nelkin menambahkan, wanita baisanya memerlukan pemanasan. Karenanya para wanita, jangan ragu dan takut meminta pasangan untuk memberikan rangsangan maksimal di babak foreplay.

Ingat “kita”
Bayi Anda adalah anugerah Tuhan, tapi jangan kehilangan pandangan mengapa kini Anda dan suami bisa bersama dalam biduk rumah tangga. “Luangkan waktu untuk memercikkan kembali api cinta. Jaga selalu intimasi Anda berdua,” kata Dr Eva Ritvo, penulis “Concise Guide to Marriage and Family Therapy”.

Ritvo mengatakan, rencanakan suatu malam untuk kencan berdua. Ingat, bayi Anda akan tumbuh besar dan akhirnya ke luar rumah meninggalkan Anda dan suami. Di sisi lain, Anda ingin suami menemani Anda untuk selamanya. (lifestyle.okezone.com)

Cara Kilat Wanita Raih Orgasme

ORGASME bukan satu-satunya tujuan yang diperoleh dari hubungan intim. Selama wanita menikmati jalannya aksi ranjang, orgasme bukan harga mati dari sanggama.

Seks adalah untuk kesenangan Anda, bukan seperti Anda menghadapi suatu tes. Banyak wanita yang menikmati kehidupan seks dengan pasangannya, walaupun tak pernah ataupun jarang mendapatkan orgasme setiap kali bercinta. Namun, ada pula pasangan yang tidak puas lantaran tidak mencicipi nikmatnya orgasme.

Berdasarkan berita yang dilansir The Sun, Senin (1/2/2010), isu seputar orgasme pada wanita bervariasi. Ada beberapa wanita yang tidak pernah mengalami orgasme sama sekali. Hal ini dipicu karena ada pengalaman di masa kecil. Mereka dibesarkan dengan pola pikir yang diberikan para orangtua bahwa seks merupakan sesuatu yang tidak cukup baik.

Sewaktu mereka masih anak-anak, wanita hamil di luar pernikahan adalah hal yang sangat hina. Seks merupakan sesuatu yang tabu. Sehingga tidaklah mengherankan bahwa ketika mereka sudah memiliki suami, alam sadar mereka masih menyimpan konotasi bahwa seks adalah hal yang tabu. Pola pikir ini telah mendarah daging dan dapat memengaruhi aktivitas hubungan intim.

Seorang wanita yang belum pernah orgasme, tidak dapat dibantu pasangannya untuk meraih orgasme. Kecuali, dia harus belajar untuk dirinya sendiri tentang apa yang dapat menyenangkan hatinya dan membuatnya merasa terangsang. (lifestyle.okezone.com)

Trik Petualangan Seks Makin Menantang

TIDAK aneh jika pada pekan pertama usai pernikahan, ajang bercinta menjadi waktu paling dinanti. Namun seiring bergulirnya waktu, hasrat Anda dan pasangan tak sepanas dulu. Harus ada cara agar petualangan seks makin menantang.

Bila itu yang terjadi, saatnya Anda kembali mengeksplor aktivitas seksual bersama pasangan. Rangkuman tulisan yang dilansir Loving You berikut dapat memberikan arahan menarik untuk Anda ikuti.

Lingerie fashion show
Sebelum melakukan pertunjukan lingerie, Anda bisa meminta pasangan untuk menemani Anda memilih beberapa lingerie yang diinginkan di toko busana wanita. Malam hari tiba, waktunya beraksi. Anda bisa menari sepanjang malam, atau jadikan aktivitas ini sebagai menu pembuka ajang bercinta di awal pekan.

Coba kenakan beberapa model lingerie berbeda, dan berlenggak-lenggok bak peragawati di atas runway. Atau bila memiliki keberanian, Anda bisa meliuk-liukkan tubuh dengan tarian menggoda nan seksi. Lanjutkan dengan aksi berganti pakaian di depan pasangan sambil dia mengagumi setiap inci tubuh Anda.

Petualangan seksual
Cobalah lumuri tubuh pasangan dengan topping cokelat cair. Ciptakan ajang romantis dan seksi dengan menjilati tubuhnya, dari atas hingga bawah. Ketika Anda menghabiskan waktu memuja dengan aksi mencumbu setiap inci tubuhnya, dengan sendirinya pasangan memberi tahu bahwa ia begitu ingin memuaskan Anda di ranjang. Wow!

Jangan menunggu untuk ungkapkan cinta
Jangan menunggu momen spesial untuk melakukan hal-hal romantis. Hadirkan saat-saat penuh gairah seperti di awal pernikahan dulu. Sebab, momen tersebut dengan seiringnya waktu dapat kehilangan makna bila tidak “dipanaskan”.

Ungkapkanlah cinta Anda dengan cara berbeda dari biasanya, misalnya setelah pasangan mencapai orgasme, ataupun ketika sedang asyik menikmati waktu luang bersama.

Intimasi tanpa seks
Luangkan waktu untuk berdua; tanpa menyalakan televisi, tanpa berbicara tentang anak-anak, tagihan, utang, pekerjaan, dan masalah lainnya. Saatnya Anda berbicara kepada pasangan dari hati ke hati, seputar hubungan Anda berdua selama ini.

Malam hari sebelum beranjak tidur adalah waktu yang sangat tepat. Pasalnya, pada waktu tersebut Anda dan pasangan sama-sama dalam kondisi rileks dan siap beristirahat. Jangan lupa menyalakan lilin dan menedengarkan musik lembut.

Sambil saling bercerita, Anda juga bisa saling mendaratkan kecupan dan cumbuan hangat. Namun ingat, jangan menyentuh organ intim terlebih dahulu. Jadi, hanya sebatas berciuman, dan menunjukkan kasih sayang satu sama lain tanpa bertujuan mengakhirinya dengan making love.

Cara ini disinyalir dapat membuat Anda dan pasangan merasa mencintai dan dicintai di dalam ikatan pernikahan. Bukan fokus pada urusan birahi semata. (lifestyle.okezone.com)