ADA idiom mengatakan, posisi menentukan prestasi. Hal ini juga berlaku dalam urusan seks. Sebab, kenikmatan mencapai puncak percintaan salah satu pendukung pentingnya adalah gaya atau posisi.
Berikut beberapa gaya bercinta yang menjanjikan kesenangan selama Anda dan pasangan berusaha menggapai orgasme, seperti dilansir sheknows.
Butterfly-missionary
Dengan wanita dalam posisi tidur telentang dan pinggulnya di tepi ranjang, pasangan pria bisa penetrasi sambil berdiri. Kemudian, pihak wanita memposisikan kakinya di atas bahu pria dan mengangkat sedikit pinggulnya ke atas.
Gaya bercinta ini memberikan sudut rangsangan yang bagus kepada serviks. Dengan penetrasi dalam, maka dihasilkan beberapa orgasme Miss V dan rahim yang intens. Namun, jika hanya ingin penetrasi lebih dangkal, pria dapat merangsang dinding depan Miss V untuk akhirnya mencapai G-spot.
Modifikasi teknik alignment coital
Pasangan memulai percintaan dengan posisi misionaris. Saat pihak pria penetrasi dalam, ini memungkinkan pihak wanita untuk mengangkat kakinya ke tubuh pria. Kemudian, pria menggeser tubuhnya sedikit ke depan sehingga batang ereksinya bisa menghasilkan tekanan dan gesekan yang kuat di area klitoris, saat ia bergerak.
Gaya bercinta ini memberi kenikmatan untuk wanita yang lebih senang memilih rangsangan klitoris selama penetrasi untuk mencapai orgasme sangat kuat.
Gunting duduk
Posisi ini memungkinkan wanita untuk memegang kendali dalam hal menentukan kedalaman dan sudut penetrasi. Pihak pria telentang dengan lutut ditekuk, pihak wanita mengangkang dengan satu kaki disamping paha, dan kaki lainnya di antara kedua kaki pria.
Kemudian, pihak wanita dapat menemukan spot yang tepat untuk menyerang tulang kemaluan saat Mr P sudah berada di dalam Miss V. Dengan gaya ini, wanita juga dapat mengontrol kecepatan, kedalaman, serta jumlah tekanan dan gesekan yang ia terima.
Bangkit dan berdiri
Gaya bercinta ini dilakukan dengan posisi berdiri dan mengangkat serta memposisikan tubuh wanita ke dinding. Gaya ini menunutut kekuatan otot. Karena otot pria lebih kuat daripada wanita, bersiaplah merasakan pengalaman seksual menyenangkan. Hal ini juga memaksa Anda dan pasangan untuk berada dalam pelukan penuh, melekatkan hubungan fisik juga emosional.
"Cincin" Mr P
Bentuklah sebuah cincin dengan ibu jari dan jari telunjuk di sekitar pangkal Mr P. Lalu, tarik ke bawah sehingga kulit porosnya menegang. Teknik ini mampu mengekspos lebih banyak saraf Mr P dan meningkatkan sensitivitasnya, sekaligus membantunya mempertahankan ereksi.
(lifestyle.okezone.com)
Selasa, Maret 09, 2010
Sup Sumsum Sapi
SUP sumsum sapi. Kelezatannya sudah diakui siapapun yang pernah menyantapnya. Apalagi jika disantap dalam keadaan hangat.
Bahan-bahan:
- 5 siung bawang putih
- 1 ruas kunyit
- 1 ruas jahe
- 1 tangkai serai
- 2 lembar daun jeruk purut
- 1 liter air
- 400 gram sumsum sapi, lalu potong-potong
- garam secukupnya
- 50 gram soun, rendam air, lalu potong-potong
- 1 tangkai seledri, rajang secara halus
- bawang goreng secukupnya
Cara membuat:
- Haluskan bawang putih, kunyit, jahe
- Tumis hingga harum
- Tambahkan serai dan daun jeruk kemudian aduk-aduk sebentar
- Tuangkan air lalu aduk rata
- Bubuhi garam dan merica
- Masukkan sumsum sapi dan rebus sampai sumsum matang
Cara menyajikan:
- Atur soun dalam mangkuk, lalu siram dengan kuah dan sumsum
- Taburi seledri dan bawang goreng
- Porsi siap disajikan untuk enam orang.
[www.inilah.com]
Bahan-bahan:
- 5 siung bawang putih
- 1 ruas kunyit
- 1 ruas jahe
- 1 tangkai serai
- 2 lembar daun jeruk purut
- 1 liter air
- 400 gram sumsum sapi, lalu potong-potong
- garam secukupnya
- 50 gram soun, rendam air, lalu potong-potong
- 1 tangkai seledri, rajang secara halus
- bawang goreng secukupnya
Cara membuat:
- Haluskan bawang putih, kunyit, jahe
- Tumis hingga harum
- Tambahkan serai dan daun jeruk kemudian aduk-aduk sebentar
- Tuangkan air lalu aduk rata
- Bubuhi garam dan merica
- Masukkan sumsum sapi dan rebus sampai sumsum matang
Cara menyajikan:
- Atur soun dalam mangkuk, lalu siram dengan kuah dan sumsum
- Taburi seledri dan bawang goreng
- Porsi siap disajikan untuk enam orang.
[www.inilah.com]
Siratan Makna di Balik Kata-Kata Pria
BUKAN rahasia lagi bahwa pria tidak mahir mengartikulasikan atau menuangkan apa yang mereka pikirkan dalam kata-kata. Gabungkan fakta tersebut dengan kenyataan bahwa pria lebih suka memelintir sedikit kebenaran daripada mengecewakan Anda.
Padahal di sisi lain, Anda pergi meninggalkannya usai bercakap-cakap dengan tumpukan kebingungan, yakni memecahkan kode rahasia di balik kata-katanya. Berikut beberapa frase yang kerap kali diucapkan pria, dan Cosmopolitan mengungkap makna yang tersirat di dalamnya.
Dia mengatakan: "Kapan-kapan, kita hang out, yuk!"
Maknanya : "Aku takut kamu akan berkata 'tidak' jika aku mengajakmu keluar."
Tentu saja, tindakan “mengatakan” lebih jelas ketimbang kata-kata. Cari tahu apakah dia memang menyukai Anda lewat bahasa tubuhnya.
Dia mengatakan: "Aku akan menelepon kamu lagi nanti."
Maknanya: "Aku mungkin tidak akan menelepon kamu, setidaknya sampai tiga bulan mendatang."
Dia mengatakan: "Mantan kekasihku gila."
Maknanya: "Aku mengacaukan hubungan, dan dia marah."
Ketika Anda bicara tentang mantan kekasih, inilah saat yang tepat untuk Anda tidak mengorek terlalu dalam sehingga Anda tidak akan merusak egonya.
Dia mengatakan: "Pria itu sepertinya teman yang baik untukmu."
Maknanya: "Apakah pernah ada sesuatu di antara kalian?"
Dia mengatakan: "Ceritanya panjang."
Maknanya: "Ini kisah yang membuatku terlihat buruk."
Dia mengatakan: "Itu tampilan baru."
Maknanya: "Kamu tampak aneh."
Dia mengatakan: "Mengapa kamu begitu emosi?"
Maknanya: "Mengapa kamu berakting seperti seorang psikopat?"
Dia mengatakan: "Bukan itu maksudku."
Maknanya: "Itu benar-benar yang aku maksud, tapi sekarang aku lihat kamu marah, jadi aku berharap tidak mengatakan itu terlalu keras."
Dia mengatakan: "Tidak apa-apa."
Maknanya: "Ini benar-benar tidak baik-baik saja, tapi aku tidak berminat membahasnya."
Dia mengatakan: "Bisakah kita bicara tentang ini lain waktu?"
Maknanya: "Aku tidak pernah mau membicarakan hal ini lagi."
Ingatlah fakta menarik tentang pria dan wanita; wanita lebih suka menjalin ikatan dengan pasangannya melalui percakapan, sementara sebagian besar pria lebih senang mengisi hubungan dalam aktivitas bersama. Jadi para wanita, lain kali Anda ingin membicarakan suatu topik bahasan, cobalah untuk juga merencanakan suatu kegiatan menyenangkan bersama-sama dengan pasangan.
(lifestyle.okezone.com)
Padahal di sisi lain, Anda pergi meninggalkannya usai bercakap-cakap dengan tumpukan kebingungan, yakni memecahkan kode rahasia di balik kata-katanya. Berikut beberapa frase yang kerap kali diucapkan pria, dan Cosmopolitan mengungkap makna yang tersirat di dalamnya.
Dia mengatakan: "Kapan-kapan, kita hang out, yuk!"
Maknanya : "Aku takut kamu akan berkata 'tidak' jika aku mengajakmu keluar."
Tentu saja, tindakan “mengatakan” lebih jelas ketimbang kata-kata. Cari tahu apakah dia memang menyukai Anda lewat bahasa tubuhnya.
Dia mengatakan: "Aku akan menelepon kamu lagi nanti."
Maknanya: "Aku mungkin tidak akan menelepon kamu, setidaknya sampai tiga bulan mendatang."
Dia mengatakan: "Mantan kekasihku gila."
Maknanya: "Aku mengacaukan hubungan, dan dia marah."
Ketika Anda bicara tentang mantan kekasih, inilah saat yang tepat untuk Anda tidak mengorek terlalu dalam sehingga Anda tidak akan merusak egonya.
Dia mengatakan: "Pria itu sepertinya teman yang baik untukmu."
Maknanya: "Apakah pernah ada sesuatu di antara kalian?"
Dia mengatakan: "Ceritanya panjang."
Maknanya: "Ini kisah yang membuatku terlihat buruk."
Dia mengatakan: "Itu tampilan baru."
Maknanya: "Kamu tampak aneh."
Dia mengatakan: "Mengapa kamu begitu emosi?"
Maknanya: "Mengapa kamu berakting seperti seorang psikopat?"
Dia mengatakan: "Bukan itu maksudku."
Maknanya: "Itu benar-benar yang aku maksud, tapi sekarang aku lihat kamu marah, jadi aku berharap tidak mengatakan itu terlalu keras."
Dia mengatakan: "Tidak apa-apa."
Maknanya: "Ini benar-benar tidak baik-baik saja, tapi aku tidak berminat membahasnya."
Dia mengatakan: "Bisakah kita bicara tentang ini lain waktu?"
Maknanya: "Aku tidak pernah mau membicarakan hal ini lagi."
Ingatlah fakta menarik tentang pria dan wanita; wanita lebih suka menjalin ikatan dengan pasangannya melalui percakapan, sementara sebagian besar pria lebih senang mengisi hubungan dalam aktivitas bersama. Jadi para wanita, lain kali Anda ingin membicarakan suatu topik bahasan, cobalah untuk juga merencanakan suatu kegiatan menyenangkan bersama-sama dengan pasangan.
(lifestyle.okezone.com)
Langganan:
Postingan (Atom)