Apakah fantasi seks mampu membangkitkan gairah 'ML' Anda. Burukkah? Atau malah bermanfaat?
Para ahli seksual sependapat bahwa fantasi seks adalah hal wajar yang bermanfaat dalam memperbaiki kehidupan seksual Anda. Fulbright yang menulis buku terkenal Touch Me There! A Hands-On Guide to Your Orgasmic Hot Spots pun memaparkan manfaat fantasi seksual.
Fantasi erotis dapat menggantikan seks ketika Anda benar-benar tak bisa 'ML' dengan pasangan. Fantasi seks juga dapat membawa Anda membayangkan seks yang lebih aman. Fantasi seks juga bisa membuat Anda berfantasi di mana saja dan kapan saja. Pastinya fantasi seks gratis.
Dua lainnya, fantasi seks dapat mambantu mengatasi kecemasan seksual, membangkitkan lagi gairah seks, meningkatkan kepercayaan diri Anda saat 'ML'. Serta, fantasi akan menyediakan sarana bagi Anda untuk eksplorasi seks saat 'ML'.
Tak hanya itu saja, berfantasi akan membuat Anda menjadi terangsang dan mencapai orgasme. Ketika sendirian atau bersama pasangan, fantasi seks normal, perangsangan mental yang sehat dan dapat menambah pengalaman serta kepuasan seksual.
Intinya, melakukan fantasi seksual tidak akan menimbulkan akibat buruk, meskipun Anda sering melakukannya. Di samping itu belum ada bukti ilmiah yang menyatakan berfantasi dapat menimbulkan akibat buruk, baik secara fisik maupun psikis.
Namun, sebaiknya hindari fantasi masturbasi instan atau terburu-buru meraih ejakulasi. Itu bisa menyebabkan ejakulasi dini di kemudian hari, cepat atau lambat. [www.inilah.com]
Kamis, April 15, 2010
Nasi Merah Tempe
BOSAN dengan nasi putih. Anda bisa mencari alternatif nasi merah. Menu nasi merah tempe ini patut Anda coba.
Bahan-bahan:
- 200 gram beras merah
- 600 ml air
- 200 gram tempe, tumbuk hingga hancur
- 2 ikat daun kemangi, petiki
- Garam secukupnya
- 2 ruas jari kencur
- 1 batang daun bawang, iris tipis
- Minyak goreng secukupnya
Cara Membuat:
- Cuci bersih beras merah, rendam.
- Masak menjadi aron dalam air mendidih hingga air habis.
- Angkat, diamkan sebentar.
- Kukus hingga matang
- Goreng tempe dalam minyak panas.
- Aduk rata hingga kering. Angkat, tiriskan
- Haluskan kencur dan garam, tumis bersama daun bawang hingga harum.
- Masukkan tempe. Aduk rata, angkat
- Campur nasi merah dengan tempe matang, daun kemangi. Aduk rata. Sambil sedikit sedikit ditumbuk. Sajikan panas.
[www.inilah.com]
Bahan-bahan:
- 200 gram beras merah
- 600 ml air
- 200 gram tempe, tumbuk hingga hancur
- 2 ikat daun kemangi, petiki
- Garam secukupnya
- 2 ruas jari kencur
- 1 batang daun bawang, iris tipis
- Minyak goreng secukupnya
Cara Membuat:
- Cuci bersih beras merah, rendam.
- Masak menjadi aron dalam air mendidih hingga air habis.
- Angkat, diamkan sebentar.
- Kukus hingga matang
- Goreng tempe dalam minyak panas.
- Aduk rata hingga kering. Angkat, tiriskan
- Haluskan kencur dan garam, tumis bersama daun bawang hingga harum.
- Masukkan tempe. Aduk rata, angkat
- Campur nasi merah dengan tempe matang, daun kemangi. Aduk rata. Sambil sedikit sedikit ditumbuk. Sajikan panas.
[www.inilah.com]
Kanker Payudara Maut Memiliki 50 Mutasi
Tumor payudara yang menewaskan seorang perempuan AS dengan apa yang disebut kanker triple negative memiliki 50 mutasi terpisah, termasuk 20 yang membantu penyebaran.
Teknik baru untuk merangkai seluruh peta genetika sel membantu tim memperkirakan perubahan yang diperlukan bagi kanker untuk menyebar dan membunuh.
Temuan itu mungkin mengarah kepada percobaan baru dan perawatan baru bagi kanker, mereka melaporkan di jurnal Nature.
Rick Wilson dari Washington University di St. Louis dan rekannya telah menjadi pelopor upaya untuk pertama kali merangkai seluruh genome manusia dan sekarang bermacam jenis sel yang ketularan penyakit.
Mereka meneliti DNA pada empat sampel dari perempuan yang berusia 44 tahun dan meninggal ketika kanker triple negative-nya menyebar ke otaknya. Kanker jenis itu secara tidak seimbang mempengaruhi perempuan lebih muda yang berkulit hitam.
"Kami, saat bergerak maju, akan membandingkan genome dari banyak pasien dengan jenis kanker yang sama untuk menemukan perubahan genetika umum. Pemahaman kanker secara menyeluruh ini dapat membantu dalam pengembangan pendekatan baru dalam perawatan dan diagnosis kanker," katanya.
Sampel itu memperlihatkan kanker sama rumitnya sebagaimana telah diramalkan oleh banyak ahli dan memperlihatkan bahwa perancangan obat untuk mengincar satu atau dua mutasi tampaknya tak bermanfaat.
Pasien itu, perempuan pertama Amerika-Afrika yang seluruh gennya telah diperiksa, telah menjalani kemoterapi dan radiasi, tapi tumor tersebut tetap menyebar dan ia meninggal dalam waktu satu tahun setelah didiagnosis.
Mereka menemukan 20 mutasi yang tidak umum pada tumor awal dan dini, tapi sangat umum pada tumor yang muncul di luar payudara.
"Ini menunjukkan bahwa subset kecil sel dengan mutasi yang mematikan membebaskan diri dari tumor primer, beredar di tubuh, menetapkan tempat menetap di organ lain dan tumbuh secara agresif," kata Dr. Matthew Ellis, peneliti lain dari Washington University yang mengerjakan studi tersebut, dalam satu pernyataan.
(www.inilah.com)
Teknik baru untuk merangkai seluruh peta genetika sel membantu tim memperkirakan perubahan yang diperlukan bagi kanker untuk menyebar dan membunuh.
Temuan itu mungkin mengarah kepada percobaan baru dan perawatan baru bagi kanker, mereka melaporkan di jurnal Nature.
Rick Wilson dari Washington University di St. Louis dan rekannya telah menjadi pelopor upaya untuk pertama kali merangkai seluruh genome manusia dan sekarang bermacam jenis sel yang ketularan penyakit.
Mereka meneliti DNA pada empat sampel dari perempuan yang berusia 44 tahun dan meninggal ketika kanker triple negative-nya menyebar ke otaknya. Kanker jenis itu secara tidak seimbang mempengaruhi perempuan lebih muda yang berkulit hitam.
"Kami, saat bergerak maju, akan membandingkan genome dari banyak pasien dengan jenis kanker yang sama untuk menemukan perubahan genetika umum. Pemahaman kanker secara menyeluruh ini dapat membantu dalam pengembangan pendekatan baru dalam perawatan dan diagnosis kanker," katanya.
Sampel itu memperlihatkan kanker sama rumitnya sebagaimana telah diramalkan oleh banyak ahli dan memperlihatkan bahwa perancangan obat untuk mengincar satu atau dua mutasi tampaknya tak bermanfaat.
Pasien itu, perempuan pertama Amerika-Afrika yang seluruh gennya telah diperiksa, telah menjalani kemoterapi dan radiasi, tapi tumor tersebut tetap menyebar dan ia meninggal dalam waktu satu tahun setelah didiagnosis.
Mereka menemukan 20 mutasi yang tidak umum pada tumor awal dan dini, tapi sangat umum pada tumor yang muncul di luar payudara.
"Ini menunjukkan bahwa subset kecil sel dengan mutasi yang mematikan membebaskan diri dari tumor primer, beredar di tubuh, menetapkan tempat menetap di organ lain dan tumbuh secara agresif," kata Dr. Matthew Ellis, peneliti lain dari Washington University yang mengerjakan studi tersebut, dalam satu pernyataan.
(www.inilah.com)
Langganan:
Postingan (Atom)