Jumat, Mei 21, 2010

Telusuri Mr P dengan Cara Menggoda

INGIN membuat suami Anda lupa dengan pertandingan sepak bola di televisi? Cobalah menelusuri “adik kecilnya” dengan cara menggoda. Lihatlah apa yang terjadi selanjutnya!

Testikel adalah dua buah kelenjar yang menggantung di belakang penis dalam kantong kulit yang disebut skrotum. Testikel yang satu biasanya menggantung lebih rendah dari satunya, sehingga mereka dapat saling menyesuaikan kedudukan. Testikel terbagi menjadi 250 segmen-segmen kecil, agak mirip dengan buah jeruk. Setiap segmen terdiri dari saluran-saluran kecil, yang semuanya bergulung-gulung.

Jika saluran yang menggulung ini diluruskan, maka panjangnya dapat mencapai bermeter-meter. Di bagian dalam saluran ini ada barisan sel. Di sinilah sperma (spermatozoid) diproduksi. Begitu proses ini dimulai, sekira 70 juta sperma akan diproduksi secara berkesinambungan setiap hari sampai usia lanjut.
Bagian dari “adik kecil” pria ini juga dapat membuat pria bergidik hebat jika ”dimainkan” oleh wanita.

Veronica Monet ACS, konsultan keluarga yang memiliki sertifikat sebagai seorang seksolog dari American College of Sexologists ini memiliki cara hebat bagi para wanita yang ingin membuat suaminya tak berdaya. Monet merekomendasikan agar wanita mengisap testis dan bagian yang lain.

“Penuhi mulut Anda dengan keseluruhan Mr P-nya dalam mulut lembap Anda,” kata Monet, seperti okezone kutip dari Sheknows, Jumat (21/5/2010).

Bila Anda bukan tipikal ”penghisap”? "Anda bisa menghangatkan tangan dengan beberapa tetes pelumas. Kemudian dengan lembut oleskan pada testis, seperti halnya ketika Anda menjilatnya dengan mulut Anda," saran Monet.
(tty)

Gaya Bercinta Unik untuk Wanita Pegang Kendali

UNTUK menggugah keintiman pernikahan lewat aktivitas seks, Anda harus menjadikan hubungan intim memesona bagi pasangan. Jadi, dia tak akan lagi beranggapan bahwa berhubungan seks dengan Anda terasa membosankan.

Kalau Anda sudah mahir dengan berbagai gaya bercinta, berikut ini beberapa gaya bercinta unik lainnya yang patut dicoba, seperti dilansir Sheknows.

The lap dance
Perlakukan pasangan dalam posisi bercinta lap dance yang cenderung mudah dilakukan. Bagaimana tekniknya? Pihak pria duduk di tepi ranjang atau sofa dengan tangan di belakang guna menopang bobot tubuhnya. Sedangkan pihak wanita duduk di atas tubuh pria, dengan wajah saling menghadap.

Dalam posisi diduduki, wanita bisa memegang kontrol saat pria pentrasi. Pompa “cengkeraman” Miss V Anda dengan gerakan menguat dan melemah. Untuk pria, atur kecepatan gerakan Mr P Anda untuk membuat pasangan mengerang.

Kehebatan lain dari gaya ini adalah adanya stimulasi klitoris dan G-spot, bahkan di bagian T-zone yang berada di balik dubur. Posisi ini memiliki potensi klimaks yang tak tertandingi. Posisi ini juga bisa membebaskan tangan dan bibir pria untuk menjelajahi wilayah payudara wanita.

The circus freak
Berhubungan seks dengan gaya satu ini membutuhkan fleksibilitas dan kekuatan tubuh yang baik. Untuk berhasil menguasai ajang pergumulan, Anda harus rajin berlatih. Caranya, Anda dan pasangan berdiri dengan posisi saling berhadapan. Lalu, pihak wanita mengangkat satu kakinya lurus ke pinggang pria. Sedangkan satu kaki lainnya sebagai penopang bobot tubuh.

Selanjutnya, arahkan tangan Anda pada punggung atau turun ke bokongnya. Dekatkan posisi Miss V tepat berhadapan dengan Mr P pasangan. Ketika perlahan ia sudah melakukan penetrasi, Anda bisa menyambutnya dengan menggerakkan panggul supaya sensasi makin terasa. Jangan lupa aksi belaian, ciuman, dan gigitan nakal saat area “bawah” sedang beradu.
(ftr)

Kamis, Mei 20, 2010

Deteksi Dini Kanker Payudara

BAGI perempuan, menyebut penyakit yang satu ini pastilah menimbulkan rasa takut. Selain kanker rahim, kanker payudara termasuk penyakit yang paling banyak menyerang wanita.
Di beberapa negara, salah satunya Inggris, kanker payudara menjadi momok penyakit paling menakutkan. Betapa tidak, kanker payudara di negeri ini telah merenggut banyak nyawa. Ini menunjukkan betapa berbahayanya kanker payudara yang bila dibiarkan dapat membawa pada kematian.

Menurut dr Kunta Setiaji SpB SpBOnk dari SMF Bedah RS Dr Sardjito/FKU UGM, insidensi kanker payudara di Indonesia adalah 21 penderita baru per 100 ribu orang, sedangkan di Eropa insiden kanker payudara cukup tinggi yaitu 76 penderita baru per 100 ribu orang. Kanker payudara dibagi menjadi beberapa stadium:
1. Stadium nol (ductal carcinomain situ).
2. Stadium 1 (benjolan/tumor berukuran di bawah 2 sentimeter)
3. Stadium 11 A (benjolan di payudara berukuran 2-5 sentimeter)
4. Stadium 11 B (selain benjolan di payudara berukuran 2-5 sentimeter, di ketiak juga sudah teraba ada benjolan)
5. Stadium 111 A (benjolan berukuran di atas 5 centimeter)
6. Stadium 111 B (selain ada benjolan di payudara berukuran di atas 5 sentimeter, sudah ada borok di payudara).
7. Stadium IV (kanker sudah menyebar ke paru-paru, liver, tulang, kecuali rambut dan kuku).

Anda mungkin tidak pernah menyangka kalau tengah mengidap kanker payudara. Sebelumnya Anda tidak merasakan apa-apa khususnya pada bagian payudara. Anda merasa sehat-sehat saja dan tidak merasa terganggu dalam melakukan aktivitas kesehariannya. Di awal terserang kanker, Anda hanya merasakan adanya benjolan kecil di payudara atau terkadang keluar cairan dari puting susu yang itu Anda rasa tidak mengganggu. Anda pun tidak memperdulikan hal itu. Tanpa diduga, kanker payudara sedang menggerogoti Anda. Itulah gambaran gejala awal kanker ini.

Kalau Anda mengalami hal demikian, sebaiknya berhati-hati. Gejala awal sulit dideteksi, kecuali munculnya benjolan kecil atau keluarnya cairan dari puting susu yang mungkin Anda anggap biasa. Kalau tak segera dicurigai, cepat atau lambat, penyakit ini akan menyebar ke seluruh bagian tubuh, seperti kelenjar limfe, paru-paru, hati, tulang, otak dan yang lainnya. Namun, perlu dicatat, kanker bukanlah penyakit yang tidak dapat disembuhkan, asalkan dapat dideteksi sejak dini dan diobati dengan baik.

Untuk mendeteksi secara dini penyakit satu ini, pemeriksaan rutin oleh pemilik sendiri sangat dianjurkan. Periksalah payudara secara teratur, minimal sebulan sekali atau seminggu setelah selesai haid. Karena pada waktu itu payudara paling lunak sehingga bila ada tumor atau kelainan tertentu bisa lebih mudah dideteksi. Bagi Anda sudah menopouse, pemeriksaan rutin bisa dilakukan setiap awal bulan. Berikut cara indentifikasi dan pencegahan meradangnya kanker payudara.

1. Melakukan inspeksi dengan cara melihat payudara di muka cermin.
2. Melakukan palpasi dengan cara meraba payudara sambil berbaring.
3. Memijat puting susu dengan jari. Perhatikan apakah ada cairan dari puting susu, seperti cairan jernih, nanah, darah atau yang lainnya.
4. Cari tahu apakah ada sejarah kanker payudara pada keluarga. Karena payudara terkait erat dengan faktor genetik. Faktor ini berpengaruh setidaknya 10 persen dari semua kasus kanker payudara yang ada.
5. Perhatikan berat badan. Obesitas (kegemukan) nampaknya dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Para peneliti menemukan wanita dengan berat 44 sampai 55 pound setelah umur 18 sebanyak 40 persen memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.
6. Olahraga secara teratur. Beberapa penelitian menyarankan bahwa olahraga dapat menurunkan resiko kanker payudara.
7. Jika usia Anda lebih dari 50 tahun, lakukan screening payudara secara teratur. Faktor usia menjadi faktor utama kanker payudara. Penelitian membuktikan 80 persen kanker payudara terjadi pada wanita yang berumur di atas 50 tahun.
8. Kurangi makanan berlemak.
9. Berikan ASI pada bayi.
10. Kurangi stres.
(Genie/Genie/tty)