Finalis Miss Universe asal Meksiko, Jimena Navarrete Rosete akhirnya terpilih menjadi pemenang di ajang Miss Universe 2010. Jimena berhasil mengalahkan empat kandidat lainnya dari Australia, Jamaica, Ukraina, dan Filipina.
Di acara final yang dihelat di Ballroom Mandalay Bay Resort & Casino di Las Vegas, Amerika Serikat, Jimena Navarrete Rosete tampil memukau dalam balutan bikini dan berhasil mendapat perhatian dari dewan juri. Pesona yang terpancar dari wajahnya sukses mengantarkannya masuk dalam 10 besar finalis Miss Universe 2010.
Jimena masuk dalam babak 10 besar bersama finalis asal dari Irlandia, Albania, Filipina, Jamaica, Ukraina, Puerto Rico, Afrika Selatan, Guatemala, dan Australia.
Untuk menentukan lima besar finalis Miss Universe 2010, mereka pun ditantang untuk berlenggak-lenggok mengenakan gaun malam di hadapan ratusan tamu undangan. Satu per satu finalis diminta untuk menampilkan pose terbaik dan menjawab pertanyaan pilihan.
Setelah juri berunding, akhirnya terpilihlah lima besar finalis yang siap memperebutkan mahkota Miss Universe. Para finalis pilihan di antaranya wakil dari Australia, Jamaica, Ukraina, dan Filipina.
Untuk menentukan pemenang, para finalis diminta menjawab pertanyaan dari dewan juri. Dengan waktu yang sangat cepat, para juri pun akhirnya menentukan finalis asal Meksiko, Jimena Navarrete Rosete yang berhak menggantikan posisi Miss Universe 2009 Stefania Fernandez dari Venezuela.
(tty)
Selasa, Agustus 24, 2010
Senin, Agustus 23, 2010
8 Makanan Sumber Penyakit
Keracunan makanan adalah pengalaman mengerikan dan berpotensi mengancam keselamatan. Tapi, tak sulit menentukan apakah makanan yang Anda konsumsi aman.
The Center for Science in the Public Interest (CSPI) mengeluarkan daftar makanan terkait wabah sejak tahun 1990. Meski tak banyak kasus keracunan beberapa bahan makanan, mengetahuinya tentu dapat menjadi jalan pencegahan.
"Makanan tersebut ada di mana-mana dan merupakan bagian dari diet yang sehat," ujar juru bicara CSPI, Sarah Klein.
Sadari risiko yang mungkin terjadi, tetapi tak perlu menghindari bahan makanan dimaksud, seperti diulas Health.
1. Tomat
"Selada atau tomat mungkin terkontaminasi, tapi begitu digunakan dalam rumah tangga, Anda dapat memastikan bahwa Anda tidak mengizinkan bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak," kata Craig Hedberg, PhD, dari University of Minnesota School of Public Health di Minneapolis.
Untuk melakukannya, cuci tangan selama 20 detik dengan air hangat dan sabun sebelum dan setelah menyiapkan produk segar; mencuci buah-buahan dan sayuran di bawah air mengalir sebelum dimakan, dipotong, atau dimasak, bahkan jika Anda berencana untuk mengupas sebelum memakannya. Dan, simpan terpisah buah-buahan dan sayuran yang akan dimakan mentah dari bahkan makanan lain.
2. Tauge
Tauge baik untuk kesehatan, tapi juga rentan terhadap kontaminasi bakteri. Bibit yang digunakan untuk memproduksi tauge dapat tercemar di lahan tumbuhnya, dan kondisi hangat di mana tauge tumbuh dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri.
Food and Drug Administration merekomendasikan manula, anak-anak muda, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah untuk menghindari makan tauge mentah.
3. Es krim
Sebagian besar orang menyukai es krim. Faktanya, es krim telah dikaitkan dengan 75 wabah yang disebabkan oleh bakteri, seperti Salmonella dan Staphylococcus sejak 1990 menurut CSPI.
"Sayangnya, orang-orang yang membuat es krim sendiri di rumah menggunakan telur mentah. Ini yang bahaya," tegas Hedberg.
4. Keju
Sementara restoran merupakan sumber utama wabah makanan, kebanyakan orang sakit setelah mengonsumsi keju di rumah. Keju dapat terkontaminasi bakteri seperti Salmonella atau Listeria, yang dapat menyebabkan keguguran pada wanita hamil. Itu mengapa, dokter kandungan memperingatkan wanita hamil untuk menghindari soft cheese.
5. Kentang
Kentang yang dimasak dengan benar tidak akan menyebabkan penyakit. Tapi, waspadai salad kentang. Kontaminasi silang—transfer kuman dari satu jenis makanan ke makanan lainnya, biasanya daging—dapat menjadi sumber masalah. Kentang terkait wabah penyakit akibat kuman, seperti Listeria, Shigella, E. coli, dan Salmonella.
6. Tiram
Sebelum berubah menjadi makanan lezat nan mahal, kita tentu tidak tahu bagaimana lingkungan dasar laut tempat tiram hidup. Jika air di dalamnya terkontaminasi, demikian pula tiram. Tiram juga bisa terkontaminasi dalam pengolahannya.
Jika disajikan mentah atau kurang matang, tiram dapat mengandung kuman disebut norovirus dan bakteri yang dikenal dengan Vibrio vulnificus yang dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare.
7. Tuna
Jenis ikan ini dapat terkontaminasi oleh scombrotoxin, yang menyebabkan sakit kepala, dan kram. Jika disimpan di atas suhu 60 derajat setelah ditangkap, ikan segar dapat melepaskan racun, yang tidak dapat dimusnahkan oleh proses pemasakan.
8. Telur
Telur menjadi salah satu bahan makanan favorit untuk sarapan. Keracunan makanan paling sering disebabkan oleh bakteri Salmonella di dalamnya. Bakteri tersebut dapat bersembunyi di dalam telur, dan memasak hingga matang adalah kunci untuk membunuhnya. Hindari mengonsumsi setiap produk yang mengandung telur mentah, termasuk adonan kue.
"Terdapat sekira satu penyakit untuk setiap 3000-4000 makanan yang dihidangkan. Namun, makanan mentah seperti telur mungkin telah terkontaminasi dan harus diolah dengan benar," kata Hedberg.(ftr)
The Center for Science in the Public Interest (CSPI) mengeluarkan daftar makanan terkait wabah sejak tahun 1990. Meski tak banyak kasus keracunan beberapa bahan makanan, mengetahuinya tentu dapat menjadi jalan pencegahan.
"Makanan tersebut ada di mana-mana dan merupakan bagian dari diet yang sehat," ujar juru bicara CSPI, Sarah Klein.
Sadari risiko yang mungkin terjadi, tetapi tak perlu menghindari bahan makanan dimaksud, seperti diulas Health.
1. Tomat
"Selada atau tomat mungkin terkontaminasi, tapi begitu digunakan dalam rumah tangga, Anda dapat memastikan bahwa Anda tidak mengizinkan bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak," kata Craig Hedberg, PhD, dari University of Minnesota School of Public Health di Minneapolis.
Untuk melakukannya, cuci tangan selama 20 detik dengan air hangat dan sabun sebelum dan setelah menyiapkan produk segar; mencuci buah-buahan dan sayuran di bawah air mengalir sebelum dimakan, dipotong, atau dimasak, bahkan jika Anda berencana untuk mengupas sebelum memakannya. Dan, simpan terpisah buah-buahan dan sayuran yang akan dimakan mentah dari bahkan makanan lain.
2. Tauge
Tauge baik untuk kesehatan, tapi juga rentan terhadap kontaminasi bakteri. Bibit yang digunakan untuk memproduksi tauge dapat tercemar di lahan tumbuhnya, dan kondisi hangat di mana tauge tumbuh dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri.
Food and Drug Administration merekomendasikan manula, anak-anak muda, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah untuk menghindari makan tauge mentah.
3. Es krim
Sebagian besar orang menyukai es krim. Faktanya, es krim telah dikaitkan dengan 75 wabah yang disebabkan oleh bakteri, seperti Salmonella dan Staphylococcus sejak 1990 menurut CSPI.
"Sayangnya, orang-orang yang membuat es krim sendiri di rumah menggunakan telur mentah. Ini yang bahaya," tegas Hedberg.
4. Keju
Sementara restoran merupakan sumber utama wabah makanan, kebanyakan orang sakit setelah mengonsumsi keju di rumah. Keju dapat terkontaminasi bakteri seperti Salmonella atau Listeria, yang dapat menyebabkan keguguran pada wanita hamil. Itu mengapa, dokter kandungan memperingatkan wanita hamil untuk menghindari soft cheese.
5. Kentang
Kentang yang dimasak dengan benar tidak akan menyebabkan penyakit. Tapi, waspadai salad kentang. Kontaminasi silang—transfer kuman dari satu jenis makanan ke makanan lainnya, biasanya daging—dapat menjadi sumber masalah. Kentang terkait wabah penyakit akibat kuman, seperti Listeria, Shigella, E. coli, dan Salmonella.
6. Tiram
Sebelum berubah menjadi makanan lezat nan mahal, kita tentu tidak tahu bagaimana lingkungan dasar laut tempat tiram hidup. Jika air di dalamnya terkontaminasi, demikian pula tiram. Tiram juga bisa terkontaminasi dalam pengolahannya.
Jika disajikan mentah atau kurang matang, tiram dapat mengandung kuman disebut norovirus dan bakteri yang dikenal dengan Vibrio vulnificus yang dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare.
7. Tuna
Jenis ikan ini dapat terkontaminasi oleh scombrotoxin, yang menyebabkan sakit kepala, dan kram. Jika disimpan di atas suhu 60 derajat setelah ditangkap, ikan segar dapat melepaskan racun, yang tidak dapat dimusnahkan oleh proses pemasakan.
8. Telur
Telur menjadi salah satu bahan makanan favorit untuk sarapan. Keracunan makanan paling sering disebabkan oleh bakteri Salmonella di dalamnya. Bakteri tersebut dapat bersembunyi di dalam telur, dan memasak hingga matang adalah kunci untuk membunuhnya. Hindari mengonsumsi setiap produk yang mengandung telur mentah, termasuk adonan kue.
"Terdapat sekira satu penyakit untuk setiap 3000-4000 makanan yang dihidangkan. Namun, makanan mentah seperti telur mungkin telah terkontaminasi dan harus diolah dengan benar," kata Hedberg.(ftr)
Jumat, Agustus 20, 2010
Waspadai Bayi Baru Lahir Tak Menangis
SUARA isak tangis si kecil spontan meramaikan suasana ruang bersalin. Ini pertanda bayi Anda telah lahir dengan selamat. Rasa bahagia pun meluap. Apa jadinya jika bayi baru lahir tapi tak terdengar suara tangisnya?
Bila Tak Menangis...
Dalam hal ini, Dr dr Effek Alamsyah SpA, MPH, dari RSIA Muhammadiyah, Jakarta Selatan menjelaskan, bahwa bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) baik yang cukup bulan (aterm) -utamanya bayi yang kurang bulan (preterm)- kadang-kadang menderita keadaan seperti megap-megap, yakni: pernapasan yang dangkal, tidak teratur, kadang berhenti atau sama sekali tidak ada usaha napas (apnea), dinding dada terlihat tidak mengembang dan tidak menangis.
Bila kondisi bayi baru lahir (BBL) mengalami apnea dan tidak menangis menjadi pertanda bahwa BBL tersebut tidak bugar dan perlu penanganan awal, sehingga tidak berlanjut menjadi apnea berulang atau apnea yang berkepanjangan.
Penangannya
Bila BBL tidak menangis yang disertai apnea, maka dokter akan melakukan tindakan awal seperti:
1. Menjaga kehangatan bayi, dengan cara mengeringkan dan menyelimuti tubuh bayi.
2. Memosisikan kepala bayi dengan benar dan bersihkan jalan napas dari lendir, darah dan air ketuban yang kadang-kadang bercampur mekonium, sehingga jalan napas terbuka dan udara yang mengandung O2 dapat masuk ke paru-paru dengan baik.
3. Melakukan rangsangan taktil yakni dengan menepuk atau menyentil telapak kaki dan menggosok punggung bayi untuk merangsang pernapasan.
Dilakukan Resusitasi
Jika bayi tetap tidak menampakkan usaha napas dan tetap tidak menangis, maka harus segera dilakukan upaya Resusitasi Neonatus yakni pemberian Ventilasi Tekanan Positif (VTP) dengan menggunakan alat balon dan sungkup oksigen atau tuba endotrakheal selama 15 detik sambil tetap memonitor dan memeriksa denyut jantung bayi dan warna kulit.
Prosedur selanjutnya, sesuai indikasi ditambah dengan kompresi dada dan pemberian obat-obatan misalnya Ephinefrin. Hal ini sesuai dengan prosedur resusitasi ABCD. A=airway (jalan napas), B=breathing (pernapasan), C=circulation (sirkulasi) dan D=drugs (obat-obatan).
Jika ini tak berhasil, maka penyebabnya harus dicari. Bila perlu dipasang CPAP (Continous Positive Airway Pressure) dan ventilator di ruang intensif.
Faktor Penyebab
Beberapa faktor yang menyebabkan BBL mengalami kondisi megap-megap, antara lain: akibat dari penyakit yang diderita Moms pada waktu hamil (kondisi maternal), kondisi kesehatan Moms dan janin sebelum lahir (faktor antenatal), pada saat persalinan (faktor intrapartum), serta keadaan beberapa saat setelah bayi lahir (faktor post natal).
Beberapa kondisi Moms yang dapat memengaruhi janin sehingga lahir tidak bernapas dan tidak menangis antara lain: penyakit Diabetes Mellitus, panggul sempit, perdarahan antepartum, anemia dan penyakit-penyakit infeksi, yang mengakibatkan janin dalam kandungan menderita Retardasi Pertumbuhan dalam Rahim (IUGR), ketuban hijau kental, dan ketuban bercampur mekoneum.
Upaya pencegahan yang bisa Moms lakukan antara lain: mendeteksi dan mengobati penyakit Moms selama hamil, melakukan pemeriksaan antenatal secara teratur, melakukan proses persalinan yang aman dan bersih (clean dan safe), serta penanganan bayi baru lahir sesuai standar pelayanan perinatal.(Mom& Kiddie//nsa)
Bila Tak Menangis...
Dalam hal ini, Dr dr Effek Alamsyah SpA, MPH, dari RSIA Muhammadiyah, Jakarta Selatan menjelaskan, bahwa bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) baik yang cukup bulan (aterm) -utamanya bayi yang kurang bulan (preterm)- kadang-kadang menderita keadaan seperti megap-megap, yakni: pernapasan yang dangkal, tidak teratur, kadang berhenti atau sama sekali tidak ada usaha napas (apnea), dinding dada terlihat tidak mengembang dan tidak menangis.
Bila kondisi bayi baru lahir (BBL) mengalami apnea dan tidak menangis menjadi pertanda bahwa BBL tersebut tidak bugar dan perlu penanganan awal, sehingga tidak berlanjut menjadi apnea berulang atau apnea yang berkepanjangan.
Penangannya
Bila BBL tidak menangis yang disertai apnea, maka dokter akan melakukan tindakan awal seperti:
1. Menjaga kehangatan bayi, dengan cara mengeringkan dan menyelimuti tubuh bayi.
2. Memosisikan kepala bayi dengan benar dan bersihkan jalan napas dari lendir, darah dan air ketuban yang kadang-kadang bercampur mekonium, sehingga jalan napas terbuka dan udara yang mengandung O2 dapat masuk ke paru-paru dengan baik.
3. Melakukan rangsangan taktil yakni dengan menepuk atau menyentil telapak kaki dan menggosok punggung bayi untuk merangsang pernapasan.
Dilakukan Resusitasi
Jika bayi tetap tidak menampakkan usaha napas dan tetap tidak menangis, maka harus segera dilakukan upaya Resusitasi Neonatus yakni pemberian Ventilasi Tekanan Positif (VTP) dengan menggunakan alat balon dan sungkup oksigen atau tuba endotrakheal selama 15 detik sambil tetap memonitor dan memeriksa denyut jantung bayi dan warna kulit.
Prosedur selanjutnya, sesuai indikasi ditambah dengan kompresi dada dan pemberian obat-obatan misalnya Ephinefrin. Hal ini sesuai dengan prosedur resusitasi ABCD. A=airway (jalan napas), B=breathing (pernapasan), C=circulation (sirkulasi) dan D=drugs (obat-obatan).
Jika ini tak berhasil, maka penyebabnya harus dicari. Bila perlu dipasang CPAP (Continous Positive Airway Pressure) dan ventilator di ruang intensif.
Faktor Penyebab
Beberapa faktor yang menyebabkan BBL mengalami kondisi megap-megap, antara lain: akibat dari penyakit yang diderita Moms pada waktu hamil (kondisi maternal), kondisi kesehatan Moms dan janin sebelum lahir (faktor antenatal), pada saat persalinan (faktor intrapartum), serta keadaan beberapa saat setelah bayi lahir (faktor post natal).
Beberapa kondisi Moms yang dapat memengaruhi janin sehingga lahir tidak bernapas dan tidak menangis antara lain: penyakit Diabetes Mellitus, panggul sempit, perdarahan antepartum, anemia dan penyakit-penyakit infeksi, yang mengakibatkan janin dalam kandungan menderita Retardasi Pertumbuhan dalam Rahim (IUGR), ketuban hijau kental, dan ketuban bercampur mekoneum.
Upaya pencegahan yang bisa Moms lakukan antara lain: mendeteksi dan mengobati penyakit Moms selama hamil, melakukan pemeriksaan antenatal secara teratur, melakukan proses persalinan yang aman dan bersih (clean dan safe), serta penanganan bayi baru lahir sesuai standar pelayanan perinatal.(Mom& Kiddie//nsa)
Langganan:
Postingan (Atom)