Senin, Februari 28, 2011

Wow! Ekspresif dengan Suara Erotis

Sebagian pria mengatakan suara erotis semakin menambah gairah, bentuk rangsangan erotis yang membangkitkan fantasi dan keinginan mengeksplorasi.Tapi kenapa pasangan cenderung ’pendiam’?

Pasangan 'Pendiam'
Sebagian orang mampu mengekspresikan diri dengan bebas saat berhubungan intim, sementara yang lain cenderung ’pendiam’. Perbedaan tersebut bisa saja dipengaruhi oleh faktor budaya, komunikasi dengan pasangan, dan pengetahuan seksual.

Jika komunikasi dengan pasangan baik, Anda maupun pasangan akan merasa bebas untuk mengekspresikan reaksi seksual.

Peran Suara Sebagai Komunikasi Seks
Suara erotis pasangan ketika berhubungan seksual merupakan bentuk ekspresi reaksi seksual yang bersifat psikis, misalnya ketika terangsang atau orgasme. Tak banyak yang memahami bahwa suara dapat berperan penting dan justru berupaya menahannya.

Beberapa bentuk ekspresi suara berkaitan dengan reaksi seksual seperti rintihan kenikmatan, teriakan, dan ucapan ekspresif. Ekspresi suara merupakan bentuk komunikasi seksual nonverbal. Dengan suara itu Anda dan pasangan dapat mengetahui bahwa suatu reaksi seksual sedang terjadi.

Efektif Mencapai Orgasme
Suara erotis merupakan bentuk komunikasi seksual yang efektif untuk mencapai orgasme. Suara erotis akan bermanfaat dengan baik jika ditunjang pengetahuan seksual yang setara antara Anda dan pasangan.

Lakukanlah brainstorming bersama pasangan mengenai a to z 'sexuality life'. Akhiri diskusi Anda dengan suara erotis yang menghangatkan suasana aktivitas seksual Anda dan pasangan. [mor]

Tips Cantik untuk Wanita Malas Dandan

Sering malas bangun pagi untuk meluangkan waktu untuk bermake up di depan cermin? Anda tidak sendiri, sebagian besar wanita memang malas untuk meluangkan waktu berias sebelum pergi beraktivitas.

Namun, bagi Anda yang ingin tetap tampil cantik tetapi malas bermake up, ada tips kilat untuk mempercantik diri tanpa harus mendempul ulang riasan. Make up ini bisa diterapkan sebelum Anda beraktivitas dan bisa tahan lama tanpa harus berkali-kali mengulang untuk make up.

Berikut tips kilat bermake up untuk wanita yang malas berdandan seperti dikutip dari Shine:
1. Warna Lipstik Tahan Lama
Kebanyakan wanita yang tak suka berdandan, biasanya masih suka menerapkan lipstik di bibir. Agar warna lipstik tetap melekat sepanjang hari, tanpa harus berulang menggunakannya, ada tips yang bisa diikuti.

Sebelum menerapkan warna lipstik, ada baiknya mengaplikasikan foundation di bibir. Foundation bisa membuat warna lipstik di bibir awet sepanjang hari.

2. Melentikkan bulu mata
Agar bulu mata tetap lentik sepanjang hari caranya mudah. Panaskan penjepit bulu mata dengan hair dryer selama beberapa detik (tapi jangan berlebihan) sebelum Anda menggunakannya. Ini membantu melentikan bulu mata dengan cepat dan bisa bertahan hingga waktu yang lama.

3. Agar eye liner awet dan tak mudah luntur
Tidak ada yang lebih menyebalkan berurusan dengan pensil eyeliner. Agar eyeliner tak mudah luntur dan beleber saat digunakan, coba sebelumnya masukkan ke dalam freezer selama 10-15 menit. Ini bisa mencegah eyeliner mudah luntur saat digunakan.

4. Sediakan selalu kertas minyak
Jika Anda keluar rumah, jangan lupa membawa tisu atau kertas minyak. Ini bermanfaat untuk menyeka minyak di wajah, bukan menutupinya dengan bedak tebal.

5. Gunakan lip gloss
Selebriti make up artist, Gina Brooke mengatakan, "Ambil lip gloss dengan warna polos atau warna bibir. Ini akan segera menerangi kulit Anda dan membuat ilusi cahaya yang sehat di mana Anda paling membutuhkannya," ungkapnya.

Nyeri Seks, Pemicunya Bukan Hanya Kurang Pelumas

HUBUNGAN seks kerap dikaitkan dengan berbagai perasaan positif; menyenangkan, kebahagiaan, dan cinta. Sayang, bagi sebagian wanita, seks juga dapat dikaitkan dengan rasa nyeri dan tidak nyaman.

Sebagian wanita bahkan mencoba menyembunyikan atau menutupi rasa sakit. Alasannya, mereka takut pasangan mengartikannya sebagai rasa kurang antusias terhadap seks.

Rasa sakit selama atau setelah berhubungan seks adalah masalah yang umum bagi banyak wanita dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

“Rasa sakit yang terkait dengan seks tidak selalu berarti ada sesuatu yang salah, tapi jelas bukan sebagaimana mestinya,” tegas Dr Lissa Rankin, dokter kandungan dan penulis What's Up Down There? Questions You'd Only Ask Your Gynecologist If She Was Your Best Friend.

Jadi, bagaimana cara mengatasinya? Anda bisa mulai dengan memahami mengapa ketidaknyamanan terjadi.

"Jika Anda berhubungan intim saat tidak terangsang sehingga kurang pelumas, hal itu bisa menyebabkan gesekan dan timbul rasa sakit. Bahkan jika Anda terangsang, penurunan pelumas yang disebabkan oleh kekurangan hormon (seperti vaginitis atrofi, yang dapat terjadi ketika tingkat estrogen menurun akibat menopause atau saat menyusui) dapat mengakibatkan rasa sakit," jelas Dr Rankin.

Dipaparkan Dr Rankin, faktor penyebab lain bisa termasuk kondisi ginekologi, seperti vulvar vestibulitis (radang kelenjar vestibular pada pembukaan Miss V), vaginismus (kontraksi otot-otot Miss V yang membuat hubungan seksual tidak nyaman), dan vulvodynia (nyeri vulva non-spesifik yang sering dialami sebagai perasaan terbakar yang intens).

Rasa nyeri selama atau setelah hubungan seksual tidak harus selalu ditangani oleh dokter. Ada obat yang bisa mengatasi dan terbukti efektif.

"Kurangnya pelumasan dapat diperbaiki dengan lubrikan," saran Dr Rankin.

“Beberapa solusi nonmedis yang dapat diambil untuk mencegah gesekan selama berhubungan seks, yakni menggunakan pelumas alami seperti minyak kelapa atau minyak zaitun, meluangkan waktu untuk merilekskan tubuh sebelum bercinta, dan mencoba posisi seks berbeda,” paparnya.

Namun, ditegaskan Dr Rankin, hati-hati saat menggunakan minyak kelapa, karena dapat merobek kondom.

Peran suami juga tak kalah penting. Katakan pada pasangan bila Anda belum cukup terangsang untuk bercinta, juga berdiskusi soal posisi seks; siapa yang akan memegang kendali permainan.

Bila masalah semakin serius, konsultasikan pada dokter kandungan.

"Jika pelumas Anda tidak cukup karena alasan hormonal, estrogen vagina mungkin efektif. Tapi, pastikan untuk berbicara dengan dokter kandungan Anda," saran Dr Rankin.

"Jika Anda menderita kondisi lain, seperti vulvar vestibulitis, vaginismus, atau vulvodynia, kondisi ini bisa diobati dengan antihistamin, dilator vagina, terapi fisik panggul, dan pilihan lainnya,” jelasnya.
(ftr)