INGIN memanjakan pasangan dengan cara berbeda? Suguhkan saja ciuman sederhana untuknya. Tak hanya memberikan kehangatan, tapi juga keintiman bagi hubungan Anda dan dia.
Apa agenda yang tak pernah membosankan? Salah satunya tentu ciuman. Ini adalah salah satu hal yang paling menyenangkan untuk dilakukan dengan pasangan. Jika ingin menyenangkan pasangan, ciptakanlah ciuman bervariasi yang membuatnya menggeliat tak tahan. Apa saja ciuman yang difavoritkannya? Berikut contekannya seperti dirilis Idiva.
1. French Kiss
Tidak ada cara yang bisa membuat Anda senang untuk melakukannya selain mencoba ciuman ini. Siapapun yang telah mencoba ciuman ini biasanya akan merasa ketagihan. Namun jika ingin mencobanya, sebaiknya Anda harus melakukannya dengan benar dan jangan bertindak ceroboh agar sensasinya tetap terjaga.
Caranya, biarkan mulut Anda terbuka sehingga memungkinkan Anda dapat memainkan lidah. Buka mulut Anda dengan lembut dan kemudian membuka mulut pasangan dengan menggunakan lidah Anda. Gerakkan lidah Anda dan bermain-mainlah dalam mulut pasangan. Kemudian biarkan pasangan memberikan respons yang sama, lalu putar dengan lembut ciuman agar lebih bergairah dan bergeraklah sedikit agresif jika ingin ciuman lebih panas.
2. Single Lip Kiss
Ciuman ini merupakan jenis ciuman romantis karena gerakannya yang manis dan menggoda serta sangat menyenangkan.
Caranya, ambillah bibir pasangan di bagian atas dan bawah kemudian hisaplah lembut bagian antara bibir atas dan bawah. Lalu, lakukan untuk gerakan yang sama pada bibir bagian atasnya. Bertindaklah lembut terhadap pasangan dan hindari menggigit bibir pasangan.
3. Vampire Kiss
Ciuman ini bukannya bertindak layaknya vampire yang menghisap darah, tapi dalam ciuman ini berpusat pada tengkuk leher yang dapat menyalakan gairahnya.
Caranya, mulailah mencium bibir pasangan kemudian biarkan lidah Anda bergeser ke arah lehernya. Dari sana Anda dapat menghisap di lehernya dengan ringan atau dengan menyelipkan sedikit gigitan. Leher pria lebih sensitif daripada yang Anda pikirkan, jadi manfaatkanlah bagian ini. Jadi yang perlu Anda lakukan adalah menemukan titik untuk menciumnya dan menghidupkan dia.
4. Ciuman spontan
Ciuman ini sifatnya spontan, mengejutkan dan menyenangkan. Caranya, jangan biarkan pasangan tahu kalau Anda akan memberinya ciuman. Jadi, berilah kejutan padanya dengan mendaratkan sebuah ciuman secara perlahan dan lembut kemudian beralih dengan gerakan yang sedikit cepat dan agresif ketika dia mulai memberikan respons lalu beralih kembali dengan kecepatan yang melambat.
5. Spiderman Kiss
Ciuman ini melibatkan pasangan dengan wajah yang terbalik dengan posisi Anda sehingga dapat mencium bibir bawah dan bibir atas serta sebaliknya.
(tty)
Sabtu, Juni 04, 2011
Rabu, Juni 01, 2011
Perubahan organ seksual pria
Umur mempengaruhi fungsi seksual seorang pria. Saat testoteron dalam tubuh mulai menurun, butuh waktu lebih lama bagi pria berumur untuk mencapai gairah seksual. Meski sudah terangsang, dia butuh waktu lebih lama untuk ereksi dan mencapai orgasme. Setelah orgasme, dia juga butuh upaya lebih lama untuk bisa terangsang dan orgasme lagi.
Menurut para ahli, faktor usia juga berpengaruh dalam menentukan volume semen dan kualitas sperma seorang pria. Impotensi atau disfungsi ereksi juga berkaitan dengan usia yang semakin tua; yakni dapat terjadi di usia 40 hingga 70. Suatu penelitian menunjukkan, kejantanan kaum Adam bisa menurun 60 hingga 30 persen.
Kabar buruk yang lain, kaum pria juga bakal mengalami penurunan secara alami dalam hal fungsi urine. Penelitian menunjukkan bahwa aliran urine akan semakin melemah, yang merupakan konsekuensi melemahnya otot kandung kemih serta pembesaran prostat.
Dan, itu saja belum cukup. Riset terbaru menyatakan bahwa ukuran dan bentuk penis akan mengalami perubahan yang signifikan ketika seorang pria mulai beranjak dari masa puncak seksualitasnya (usia 30-an) menuju usia pertengahan dan usia lanjut. Berikut adalah empat perubahan yang terjadi secara alami pada penis pria seiring bertambahnya usia:
1. Penampilan
Menurut Irwin Goldstein, MD, direktur pengobatan seksual pada RS Alvarado di San Diego yang juga Editor-in-Chief The Journal of Sexual Medicine, ada dua perubahan besar yang akan terjadi pada Mr P. Kepala penis (glans) secara teratur akan kehilangan warna keunguannya, yang merupakan tanda mulai berkurangnya aliran darah. Selain itu, akan ada kerontokan pada rambut pubis secara perlahan.
2. Ukuran penis
Penambahan berat badan adalah hal yang lumrah ketika pria semakin bertambah tua. Ketika lemak terkumpul di perut bagian bawah, penampakan ukuran penis pun akan berubah. "Timbunan lemak yang banyak pada bagian prepubis membuat poros penis terlihat lebih pendek," kata Ira Sharlip, MD, profesor urologi klinis pada University of California, San Francisco.
"Pada beberapa kasus, timbunan lemak di perut membuat penis terpendam. Salah satu cara memotivasi pasien kegemukan adalah dengan mengatakan kepada mereka bahwa ukuran penis bisa bertambah lagi hingga satu inci dengan sederhana, yakni memangkas berat badan," kata Ronald Tamler, MD, PhD, Co-Director Men's Health Program di Mount Sinai Hospital, New York City.
Selain mengalami penyusutan dari sisi tampilan (sifatnya reversibel), penis juga cenderung dapat mengalami penyusutan dari sisi ukuran yang sebenarnya (ireversibel). Penyusutan ini—baik dalam hal penjang maupun ketebalan—tidak akan terjadi secara dramatis, tetapi tampak nyata. "Jika seorang pria saat ereksi berukuran 6 inci ketika di usia 30-an, mungkin saja akan berubah menjadi 5 atau 5,5 inci ketika ia menginjak usia 60 atau 70-an," kata Goldstein.
Apa yang membuat Mr P menyusut? Ada dua hal yang menjadi penyebabnya. Yang pertama adalah akibat pengendapan dari zat-zat lemak (plak) di dalam pembuluh darah penis, yang memengaruhi aliran darah ke dalam organ vital tersebut. Proses ini disebut sebagai aterosklerosis, mekanisme serupa yang menyebabkan penyumbatan dalam pembuluh darah koroner—yang menjadi pemicu serangan jantung.
Penyebab kedua adalah penimbunan kolagen yang tidak elastis (jaringan parut) secara perlahan di dalam sarung fibrous yang melapisi bilik ereksi (erection chambers). Ereksi sendiri terjadi ketik bilik-bilik ini penuh dengan aliran darah. Penyumbatan dalam pembuluh arteri penis—dan makin tidak elastisnya bilik ini—akan membuat ereksi semakin tidak maksimal.
Seperti halnya ukuran penis yang berubah, bagian testis juga mengalami hal yang sama. "Dimulai pada usia sekitar 40, testis akan mulai menyusut," kata Goldstein. Testis pria berusia 30 tahun mungkin memiliki diameter berukuran 3 cm, sedangkan pria berusia 60 mungkin hanya sekitar 2 cm.
3. Melengkung
Jika jaringan parut dalam penis terakumulasi secara tidak merata, penis ternyata bisa melengkung. Kondisi ini dikenal dengan istilah penyakit Peyronie, yang sering menimpa pria di usia menengah. Kelainan ini bisa menyebabkan ereksi terasa sangat menyakitkan dan membuat hubungan intim menjadi sulit. Untuk mengatasi gangguan ini, biasanya dibutuhkan tindakan operasi.
4. Sensitivitas
Sejumlah riset menunjukkan bahwa penis seiring waktu akan menjadi kurang sensitif. Hal ini akan mempersulit pria mencapai ereksi atau pun mengalami orgasme. Tetapi, apakah hal ini juga akan mengurangi kenikmatan dalam berhubungan seksual tentu masih diperdebatkan.
Bukan halangan dalam menikmati seks
Jika memang semua hal ini dialami oleh Anda, para ahli berpendapat penurunan fungsi atau perubahan bentuk pada organ vital tak perlu membuat kehidupan seks Anda menjadi terganggu.
Studi terbaru melibatkan 2.213 pria di Olmstead County, Minnesotta, menunjukkan bahwa para responden mengalami penurunan dalam hal fungsi ereksi, libido, dan fungsi ejakulatori. Tetapi, dari segi kepuasan seksual, penurunannya tidak terlalu dominan alias masih moderat.
"Hal terpenting dalam mencapai kehidupan seks yang memuaskan adalah kemampuan untuk memuaskan pasangan Anda, dan itu tidak membutuhkan kemampuan seksual pada level puncak atau penis yang besar," ungkap Goldstein.
Menurut para ahli, faktor usia juga berpengaruh dalam menentukan volume semen dan kualitas sperma seorang pria. Impotensi atau disfungsi ereksi juga berkaitan dengan usia yang semakin tua; yakni dapat terjadi di usia 40 hingga 70. Suatu penelitian menunjukkan, kejantanan kaum Adam bisa menurun 60 hingga 30 persen.
Kabar buruk yang lain, kaum pria juga bakal mengalami penurunan secara alami dalam hal fungsi urine. Penelitian menunjukkan bahwa aliran urine akan semakin melemah, yang merupakan konsekuensi melemahnya otot kandung kemih serta pembesaran prostat.
Dan, itu saja belum cukup. Riset terbaru menyatakan bahwa ukuran dan bentuk penis akan mengalami perubahan yang signifikan ketika seorang pria mulai beranjak dari masa puncak seksualitasnya (usia 30-an) menuju usia pertengahan dan usia lanjut. Berikut adalah empat perubahan yang terjadi secara alami pada penis pria seiring bertambahnya usia:
1. Penampilan
Menurut Irwin Goldstein, MD, direktur pengobatan seksual pada RS Alvarado di San Diego yang juga Editor-in-Chief The Journal of Sexual Medicine, ada dua perubahan besar yang akan terjadi pada Mr P. Kepala penis (glans) secara teratur akan kehilangan warna keunguannya, yang merupakan tanda mulai berkurangnya aliran darah. Selain itu, akan ada kerontokan pada rambut pubis secara perlahan.
2. Ukuran penis
Penambahan berat badan adalah hal yang lumrah ketika pria semakin bertambah tua. Ketika lemak terkumpul di perut bagian bawah, penampakan ukuran penis pun akan berubah. "Timbunan lemak yang banyak pada bagian prepubis membuat poros penis terlihat lebih pendek," kata Ira Sharlip, MD, profesor urologi klinis pada University of California, San Francisco.
"Pada beberapa kasus, timbunan lemak di perut membuat penis terpendam. Salah satu cara memotivasi pasien kegemukan adalah dengan mengatakan kepada mereka bahwa ukuran penis bisa bertambah lagi hingga satu inci dengan sederhana, yakni memangkas berat badan," kata Ronald Tamler, MD, PhD, Co-Director Men's Health Program di Mount Sinai Hospital, New York City.
Selain mengalami penyusutan dari sisi tampilan (sifatnya reversibel), penis juga cenderung dapat mengalami penyusutan dari sisi ukuran yang sebenarnya (ireversibel). Penyusutan ini—baik dalam hal penjang maupun ketebalan—tidak akan terjadi secara dramatis, tetapi tampak nyata. "Jika seorang pria saat ereksi berukuran 6 inci ketika di usia 30-an, mungkin saja akan berubah menjadi 5 atau 5,5 inci ketika ia menginjak usia 60 atau 70-an," kata Goldstein.
Apa yang membuat Mr P menyusut? Ada dua hal yang menjadi penyebabnya. Yang pertama adalah akibat pengendapan dari zat-zat lemak (plak) di dalam pembuluh darah penis, yang memengaruhi aliran darah ke dalam organ vital tersebut. Proses ini disebut sebagai aterosklerosis, mekanisme serupa yang menyebabkan penyumbatan dalam pembuluh darah koroner—yang menjadi pemicu serangan jantung.
Penyebab kedua adalah penimbunan kolagen yang tidak elastis (jaringan parut) secara perlahan di dalam sarung fibrous yang melapisi bilik ereksi (erection chambers). Ereksi sendiri terjadi ketik bilik-bilik ini penuh dengan aliran darah. Penyumbatan dalam pembuluh arteri penis—dan makin tidak elastisnya bilik ini—akan membuat ereksi semakin tidak maksimal.
Seperti halnya ukuran penis yang berubah, bagian testis juga mengalami hal yang sama. "Dimulai pada usia sekitar 40, testis akan mulai menyusut," kata Goldstein. Testis pria berusia 30 tahun mungkin memiliki diameter berukuran 3 cm, sedangkan pria berusia 60 mungkin hanya sekitar 2 cm.
3. Melengkung
Jika jaringan parut dalam penis terakumulasi secara tidak merata, penis ternyata bisa melengkung. Kondisi ini dikenal dengan istilah penyakit Peyronie, yang sering menimpa pria di usia menengah. Kelainan ini bisa menyebabkan ereksi terasa sangat menyakitkan dan membuat hubungan intim menjadi sulit. Untuk mengatasi gangguan ini, biasanya dibutuhkan tindakan operasi.
4. Sensitivitas
Sejumlah riset menunjukkan bahwa penis seiring waktu akan menjadi kurang sensitif. Hal ini akan mempersulit pria mencapai ereksi atau pun mengalami orgasme. Tetapi, apakah hal ini juga akan mengurangi kenikmatan dalam berhubungan seksual tentu masih diperdebatkan.
Bukan halangan dalam menikmati seks
Jika memang semua hal ini dialami oleh Anda, para ahli berpendapat penurunan fungsi atau perubahan bentuk pada organ vital tak perlu membuat kehidupan seks Anda menjadi terganggu.
Studi terbaru melibatkan 2.213 pria di Olmstead County, Minnesotta, menunjukkan bahwa para responden mengalami penurunan dalam hal fungsi ereksi, libido, dan fungsi ejakulatori. Tetapi, dari segi kepuasan seksual, penurunannya tidak terlalu dominan alias masih moderat.
"Hal terpenting dalam mencapai kehidupan seks yang memuaskan adalah kemampuan untuk memuaskan pasangan Anda, dan itu tidak membutuhkan kemampuan seksual pada level puncak atau penis yang besar," ungkap Goldstein.
Selasa, Mei 31, 2011
Inilah Faktor Penghambat Orgasme Wanita
Orgasme menjadi masalah besar bagi sebagian wanita. Bahkan penelitian menunjukkan, 75% wanita tidak pernah mencapai orgasme saat berhubungan seks, dan perlu bantuan mainan seks atau stimulasi lain.
Lebih lanjut penelitian mengungkap, 10-15% wanita tidak mencapai orgasme sama sekali. Seperti dilansir dari Yourmodernliving, berikut faktor penghambat orgasme pada wanita:
Rokok
Pakar seksologi dari Universitas Udayana Bali, Prof DR Dr Wimpie Pangkahila SpAnd, mengatakan, merokok dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah dinding vagina. Akibatnya, perlendiran menjadi terhambat dan menyebabkan rasa sakit ketika berhubungan intim.
Padahal proses perlendiran vagina sangat penting dalam hal berhubungan seksual. Lendir vagina berfungsi sebagai pelumas yang memudahkan penetrasi tanpa rasa sakit.
"Rokok juga bisa menekan produksi hormon wanita, termasuk hormon testosteron. Akibatnya dorongan seksual pun terhambat," ujar Wimpie.
Kalau hasrat seksual terhambat, otomatis proses perlendiran pada vagina pun terhambat. Dengan demikian proses penetrasi pun akan menjadi sulit dilakukan.
Tidak bisa rileks
Kadang kita begitu stres hingga tidak menyadari betapa tegang otot-otot tubuh. Tegang membuat Anda sulit merilekskan dan akhirnya sulit untuk orgasme.
Jika ini terdengar seperti Anda, mintalah pasangan memberikan pijatan sebagai bagian dari foreplay. Ini akan memberi Anda waktu untuk mempersiapkan diri ke babak berikutnya sekaligus mengendurkan otot-otot lelah Anda.
Benci tubuh sendiri
Jika satu-satunya hal yang Anda fokuskan selama di ranjang adalah ukuran paha atau tiga kilogram berat badan yang belum turun, maka peluang Anda orgasme semakin kecil. Cintailah tubuh Anda! Terlalu fokus pada kekurangan diri tidak hanya membuat Anda turn-off, tetapi juga mencegah Anda dari hubungan seks yang memuaskan.
Perlu dikontrol
Untuk memiliki pengalaman seksual benar-benar memuaskan, berarti Anda harus sepenuhnya melepaskan kontrol dan hambatan. Jika Anda tipe orang yang selalu perlu mengendalikan diri dan emosi, mencapai orgasme mungkin akan sulit. Pasalnya, Anda tidak akan membiarkan diri kehilangan kontrol cukup lama untuk mencapai garis finish alias orgasme.
Jika ini terdengar seperti Anda, cobalah berlatih 'melonggarkan' diri. Caranya, bisa dengan berteriak tanpa alasan, menari di sekitar ruang tamu, atau apapun untuk menunjukkan diri bahwa melepaskan emosi dapat menjadi pengalaman positif. Ini akan berdampak positif bagi aktivitas ranjang Anda bersama pasangan.
Kurang percaya diri
Seks berarti keringat, posisi aneh, dan 'kebisingan' yang mungkin tidak biasanya Anda buat atau dengar. Jika Anda tidak merasa percaya diri, keintiman dan pengalaman seksual tidak akan bisa Anda nikmati.
Jadi, daripada fokus pada hal-hal yang dapat membuat Anda gelisah, berpikirlah tentang kenyataan bahwa semua orang melakukannya dan untuk alasan yang baik, yakni merasa diri menjadi lebih baik.
Lebih lanjut penelitian mengungkap, 10-15% wanita tidak mencapai orgasme sama sekali. Seperti dilansir dari Yourmodernliving, berikut faktor penghambat orgasme pada wanita:
Rokok
Pakar seksologi dari Universitas Udayana Bali, Prof DR Dr Wimpie Pangkahila SpAnd, mengatakan, merokok dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah dinding vagina. Akibatnya, perlendiran menjadi terhambat dan menyebabkan rasa sakit ketika berhubungan intim.
Padahal proses perlendiran vagina sangat penting dalam hal berhubungan seksual. Lendir vagina berfungsi sebagai pelumas yang memudahkan penetrasi tanpa rasa sakit.
"Rokok juga bisa menekan produksi hormon wanita, termasuk hormon testosteron. Akibatnya dorongan seksual pun terhambat," ujar Wimpie.
Kalau hasrat seksual terhambat, otomatis proses perlendiran pada vagina pun terhambat. Dengan demikian proses penetrasi pun akan menjadi sulit dilakukan.
Tidak bisa rileks
Kadang kita begitu stres hingga tidak menyadari betapa tegang otot-otot tubuh. Tegang membuat Anda sulit merilekskan dan akhirnya sulit untuk orgasme.
Jika ini terdengar seperti Anda, mintalah pasangan memberikan pijatan sebagai bagian dari foreplay. Ini akan memberi Anda waktu untuk mempersiapkan diri ke babak berikutnya sekaligus mengendurkan otot-otot lelah Anda.
Benci tubuh sendiri
Jika satu-satunya hal yang Anda fokuskan selama di ranjang adalah ukuran paha atau tiga kilogram berat badan yang belum turun, maka peluang Anda orgasme semakin kecil. Cintailah tubuh Anda! Terlalu fokus pada kekurangan diri tidak hanya membuat Anda turn-off, tetapi juga mencegah Anda dari hubungan seks yang memuaskan.
Perlu dikontrol
Untuk memiliki pengalaman seksual benar-benar memuaskan, berarti Anda harus sepenuhnya melepaskan kontrol dan hambatan. Jika Anda tipe orang yang selalu perlu mengendalikan diri dan emosi, mencapai orgasme mungkin akan sulit. Pasalnya, Anda tidak akan membiarkan diri kehilangan kontrol cukup lama untuk mencapai garis finish alias orgasme.
Jika ini terdengar seperti Anda, cobalah berlatih 'melonggarkan' diri. Caranya, bisa dengan berteriak tanpa alasan, menari di sekitar ruang tamu, atau apapun untuk menunjukkan diri bahwa melepaskan emosi dapat menjadi pengalaman positif. Ini akan berdampak positif bagi aktivitas ranjang Anda bersama pasangan.
Kurang percaya diri
Seks berarti keringat, posisi aneh, dan 'kebisingan' yang mungkin tidak biasanya Anda buat atau dengar. Jika Anda tidak merasa percaya diri, keintiman dan pengalaman seksual tidak akan bisa Anda nikmati.
Jadi, daripada fokus pada hal-hal yang dapat membuat Anda gelisah, berpikirlah tentang kenyataan bahwa semua orang melakukannya dan untuk alasan yang baik, yakni merasa diri menjadi lebih baik.
Langganan:
Postingan (Atom)