Selasa, Januari 31, 2012

Mengubah Stres Jadi Produktivitas

Perempuan bekerja memiliki berbagai tuntutan dari berbagai peran yang dilakoni, dan ini bukan hal yang mudah. Sebagai ibu, Anda kerap dihadapkan pada masalah anak yang sulit makan, kurang mandiri, prestasi yang menurun, dan lain sebagainya. Sebagai istri, tantangan yang dihadapi antara lain menjaga keharmonisan rumah tangga, suami yang workaholic, selingkuh, dan lain sebagainya.

Sedangkan sebagai perempuan bekerja, masalah yang dihadapi antara lain tuntutan untuk bekerja lembur, mengatur staf, menghadapi tenggat waktu pekerjaan, hingga politik kantor, tentunya juga membebani pikiran perempuan. Tak jarang tuntutan kesempurnaan dalam bekerja, keluarga, dan urusan pribadi membuat perempuan menjadi stres, yang berakibat pada menurunnya produktivitas bekerja.

"Tekanan-tekanan ini harus diatasi agar berbagai permasalahan yang dihadapi tidak berakibat buruk pada menurunnya produktivitas bekerja dan bisa menghancurkan karier Anda," papar Dra Rustika Thamrin, Spsi, CHt, CI, MTLT, psikolog dari Brawijaya Women and Children Hospital, dalam bincang-bincang "How to be a Healhty & Productive Career Women" di Thamrin Nine, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2012) lalu.

Situasi penuh tekanan atau stres ini memang tidak bisa dihindari, namun harus disikapi dengan tepat agar Anda bisa tetap sehat jasmani dan rohani. Ketika stres berkepanjangan tidak segera diatasi, selain mengakibatkan menurunnya produktivitas juga menimbulkan gangguan kesehatan seperti migrain atau maag.

Menurut hasil riset di New York yang dilakukan oleh Harvard University, 80 persen penyakit fisik disebabkan oleh emosi negatif yang menumpuk. Sebab emosi negatif bisa menyebabkan gangguan fungsional yang mengganggu hormon dalam tubuh, sehingga mengganggu kesehatan Anda.

Stres juga "baik" untuk produktivitas
Meski bisa membuat seseorang merasa "tidak sehat", namun stres juga memiliki sisi positif bagi seorang pekerja, yaitu meningkatkan produktivitas bekerja. Jika diatur dan diterima dengan baik, stres akibat pekerjaan bisa membuat Anda lebih produktif bekerja, dan justru menghasilkan output yang baik dalam pekerjaan.

Dalam dunia pekerjaan, jika tidak ada tekanan atau tenggat waktu yang diberikan kepada pekerja, pasti Anda akan merasa tidak ada tantangan dalam pekerjaan, membuat Anda menjadi malas bekerja, dan selalu berada di zona nyaman. Zona nyaman ini lah yang berbahaya bagi produktivitas. Namun, jika tidak diatur dengan baik maka masalah pekerjaan yang membuat stres ini hanya berakhir menjadi tekanan psikologis dan jasmani saja.

"Untuk mengatur stres agar berdampak baik bagi kesehatan dan produktivitas, maka salah satu kuncinya adalah dengan menyelaraskan semua bagian tubuh dan hati," bebernya.

Stres bisa memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang yang mengalaminya. Untuk mengatasinya, jujur dan ikhlaslah pada diri sendiri, serta tunjukkan kemauan untuk mengarahkan stres pada posisi yang positif. Menyelaraskan pikiran, perasaan, dan perilaku untuk ikhlas menerima stres berarti menyatukan seluruh elemen diri untuk bisa menerima stres.

"Yang paling penting adalah jujur pada diri sendiri ketika Anda sedang mengalami stres. Jangan menghindarinya, tapi hadapi dan selesaikan agar tidak stres lagi," pungkasnya.

Editor : Soegeng Haryadi
Sumber : Kompas.com

Senin, Januari 30, 2012

Melengkung bak Pedang Persia

Setiap lelaki memiliki ukuran dan bentuk Mr P yang berbeda-beda. Umumnya, lelaki menganggap bahwa ukuran dan bentuk Mr P akan menentukan kepuasan seksual dia dan pasangannya. Faktanya, Mr P ini pada umumnya memang memiliki banyak bentuk.

Ada yang bentuknya panjang dengan diameter besar atau kecil, ada yang pendek dengan diameter besar atau kecil, ada pula yang melengkung ke kanan atau ke kiri, melengkung ke bawah, dan ada juga yang melengkung ke atas bak pedang persia. Kalau kita tinjau dari soal bentuk, maka secara umum Mr P memiliki beberapa bentuk.

Rudal
Bentuk Mr P ini panjang, berdiameter besar dan cenderung hampir sama besar mulai dari pangkal hingga kepala. Bentuk ini biasanya bentuk yang paling digilai oleh kalangan lelaki. Bentuk Mr P ini memiliki kelebihan yakni cocok dalam posisi seksual apa saja. Tak sedikit pula lelaki yang beranggapan bahwa bentuk dan ukuran seperti ini pasti bisa memuaskan pasangannya.

Pedang Persia
Bentuk Mr P ini melengkung seperti pedang persia. Bentuknya bisa saja panjang dan berdiameter besar ataupun kecil, namun bentuknya melengkung ke atas. Bentuk Mr P ini biasanya unggul untuk rear entry position alias posisi penetrasi arah belakang, seperti doggy style dan berbagai variasinya. Selain itu juga pas untuk posisi dinas dan posisi side by side.

Pinang
Bentuk Mr P ini hampir sama seperti bentuk pohon pinang, yakni panjang, lurus dan berdiameter kecil. Hampir sama diameternya mulai dari pangkal hingga ke ujung. Bentuk ini juga cocok untuk posisi apa saja, namun diberi variasi saat bercinta dengan tidak melebarkan liang Miss V.

Misalnya dengan merapatkan kaki pasangan saat penetrasi, hingga liang Miss V akan cenderung lebih sempit dan "menggigit". Cara ini bisa membuat kenikmatan penetrasi menjadi lebih baik, karena akan membuat Si Mr P bisa mengisi penuh ruang di dalam Miss V.

Jempol
Bentuk Mr P ini biasanya cenderung lebih pendek namun berdiameter besar. Dari pangkal berdiameter besar hingga ke atas. Seperti layaknya "Si Jempol". "Si jempol" ini sangat pas untuk posisi woman on top (WOT) dan misionaris. Di posisi itu, Mr P jenis ini akan bisa memberikan penetrasi yang lebih baik.

Sickle
Bentuk Mr P sickle atau bentuk arit ini melengkung ke kanan, kiri atau ke bawah, diameter besar atau kecil, panjang ataupun pendek. Bentuk seperti ini pas untuk posisi side by side alias posisi menyamping dan posisi missionaris.

Obelisk
Bentuk seperti ini biasanya besar di pangkal dan mengecil ke atas. Bisa panjang, sedang atau bahkan pendek. Bentuk seperti ini paling umum dimiliki oleh lelaki, dan pas untuk posisi seks apa saja jika ukurannya panjang atau sedang. Namun jika ukurannya pendek maka akan sesuai dengan posisi dinas.

Trumpet
Bentuk Mr P seperti ini mirip terompet jaman dulu. Kecil di pangkal namun besar ke ujung. Bentuk Mr P seperti ini pas untuk posisi WOT dan rear entry. Ukuran Mr P ini umumnya kurang memberi rangsangan pada klitoris, maka penetrasi akan lebih baik dan nikmat jika dilakukan saat berposisi woman on top. Dengan posisi WOT, perempuan bisa mengendalikan rangsangan klitorisnya sendiri saat bergesekan dengan dasar Mr P.

Lalu, bentuk Mr P mana yang paling disukai oleh perempuan? Pertanyaan ini tentu akan sulit mendapatkan jawaban. Sebab, masing-masing perempuan pun ternyata memiliki jawaban yang berbeda-beda. Bahkan menurut survei, perempuan ternyata tidak terlalu mempermasalahkan bentuk ataupun ukuran Mr P tertentu.

Survei pernah mengungkapkan bahwa perempuan tidak pernah mengkhususkan pada masalah ukuran Mr P saja. Ternyata, kalangan perempuan lebih membutuhkan kepuasan dan ukuran Mr P yang ideal atau good size.

Dan yang terpenting dan paling utama menurut perempuan, justru adalah kemampuan lelaki dalam memuaskan pasangannya di ranjang. So, bagaimanapun itu bentuk dan ukurannya, pada akhirnya yang menentukan adalah kepuasan seksual pasangan. (yz)

Kombinasi Penetrasi

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memberi gairah baru saat sedang melakukan aktifitas seks dengan pasangan. Banyak juga variasi seks yang mampu membuat suasana erotis semakin membara.

Jika Anda kehilangan inspirasi saat sedang melakukan aktifitas seksual dengan pasangan, berikut ini ada sebuah cara yang kemungkinan besar akan mampu meluapkan gairah.

Saat Anda sedang melakukan aktifitas seks dengan pasangan, cobalah Anda merubah posisi dengan berbaring.

Letakkan bantal atau alas pada bagian bokong Anda. Dengan begitu, kini posisi liang Miss V akan sedikit terangkat.



Sedangkan pasangan Anda berada tepat di sisi bawah, tepat diantara selangkangan Anda. Minta pasangan untuk duduk dengan lututnya. Coba minta pasangan Anda untuk melakukan penetrasi dengan perlahan.

Setelah penetrasi telah baik dilakukan, minta pasangan Anda untuk meraba lembut pada seputar area Miss V. Lakukan sentuhan lembut pada area uretra dan klitoris. Bermainlah pada area ini dengan baik.

Kemudian pasangan Anda bisa sesekali merangsang payudara dengan rabaan dan remasan lembutnya. Untuk menambah sensasi, Bantu pasangan Anda untuk memberi sedikit gerakan erotis saat penetrasi.

Saat pasangan Anda melakukan kombinasi diatas dengan baik, maka dirasa akan mampu membuat suasana erotis semakin bergairah.

Dengan adanya kombinasi gerakan erotis saat penetrasi, lalu adanya rabaan pada seputar klitoris dan uretra, serta rabaan pada payudara selama berlangsung hubungan seks, maka ini akan mampu membawa Anda pada puncak kenikmatan yang Anda idamkan. (yz)