Rabu, Agustus 26, 2009
Cumi Teutumeh
Bahan-bahan :
- 500 gram cumi-cumi, potong bulat 2 cm, kerat salah satu sisinya
- 1 buah jeruk nipis, ambil airnya
- 800 ml santan
- 2 buah asam sunti
- 3 buah belimbing sayur
- 5 buah cabai rawit merah
- 5 buah cabai rawit hijau
- Minyak untuk menumis
Haluskan:
- 6 buah bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 4 buah cabai merah
- 1 cm kunyit
- 2 cm jahe
- 1 sendok teh lada
- 1 sendok teh garam
Cara membuat:
- Campur cumi dengan air jeruk nipis, diamkan selama 20 menit, sisihkan.
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum, tambahkan cabai rawit merah dan cabai rawit hijau, masak hingga layu.
- Masukkan cumi, aduk rata, masukkan santan, asam sunti dan belimbing sayur, aduk, masak hingga cumi matang dan santan agak mengental, angkat. (sumber: inilah.com)
Manfaatkan Buka dan Sahur Bersama
BAGI Anda yang terlilit kesibukan dan sering kali mengabaikan pentingnya makan bersama, mungkin bisa lebih sering makan bersama pada bulan puasa ini.
Manfaatkan sahur dan buka puasa sebagai ajang untuk lebih mempererat hubungan antarkeluarga. Sosiolog keluarga dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Dr Erna Karim M.Si mengatakan bahwa momen buka puasa dan sahur bersama adalah momen yang tepat untuk makan bersama.
"Berbuka dan bersahur apabila dilakukan bersamasama juga merupakan sunah rasul," ucap Erna.
Untuk menciptakan suasana yang berbeda, buka puasa misalnya bisa dilakukan di luar rumah. Anda bisa memilih restoran langganan Anda misalnya. "Ciptakan obrolanobrolan ringan saat berbuka maupun sahur agar komunikasi pun tidak tegang dan suasana menjadi menyenangkan," pesannya.
Selain itu, dikatakan Erna, penanaman nilai agama pun bisa dilakukan saat buka dan sahur. Misalnya cerita tentang khasiat buah kurma. Anda bisa juga menceritakan pengalaman hari itu saat menjalankan puasa, atau si orangtua yang menceritakan betapa bahagianya saat menjalani puasa waktu kecil.
"Dari sana, anak bisa lebih kuat keinginannya untuk melakukan puasa dengan pengalaman yang tidak kalah seru dibandingkan dengan pengalaman orangtuanya," kata Erna.
Penanaman agama tidak hanya dilakukan pada anak yang sudah besar, justru anak yang berada di bawah 10 tahun perlu ditanamkan pendidikan mengenai agama, terutama tentang puasa pada saat makan bersama. (Sumber: lifestyle.okezone.com)