TERNYATA, berkembangnya perilaku seks wanita saat ini tak lepas dari pengaruh tayangan televisi. Salah satunya tayangan gaya hidup yang banyak mengumbar adegan seks, yaitu serial “Sex and The City” yang kini menjadi favorit banyak wanita.
Diperankan oleh Carrie Bradshaw (Sarah Jessica Parker), dengan para sahabatnya Miranda (Cynthia Nixon), Charlotte (Kristin Davis), dan Samantha (Kim Cattrall), “Sex and The City” mengangkat kisah kehidupan penulis di kota metropolitan New York.
Banyak fakta telah diungkap lewat berbagai penelitian, bahwa serial “Sex and The City” memengaruhi kehidupan seks para penggemarnya. Demikian berita yang okezone lansir dari The Sun, Kamis (29/4/2010).
Lantas, apakah penggemar serial ini memiliki lebih banyak aktivitas seks, seks lebih berkualitas, atau menjadi petualang seks? Bayer Schering Pharma bertanya pada 1000 wanita Inggris seputar kehidupan ranjang mereka. Hasilnya, terungkap sejumlah fakta berkaitan dengan serial “Sex and The City”. Apa saja?
Sebanyak 34 persen dari 1000 wanita yang ditanyai mengaku, kelemahan ketika berhubungan seks ada pada momen meraba-raba (foreplay). Pasalnya, mereka terlalu malu dan tidak menikmati eksperimen di ranjang. Ketika datang ajang bercinta, wanita cenderung lebih sopan dibandingkan pria. Dalam arti, tak terlalu tergesa-gesa melampiaskan gairah seksual, persis seperti tokoh Charlotte, salah satu tokoh dalam "Sex and The City".
Lewat survei baru yang berkaitan dengan “Sex and The City” terungkap bahwa wanita Inggris seringkali membandingkan performa ranjangnya dengan karakter Charlotte yang dikenal sebagai wanita paling optimis di antara tokoh lainnya. Hal paling menonjol dari Charlotte, adalah ia memiliki sisi emosional yang kuat dalam urusan cinta, tapi berlawanan dengan nafsunya saat sanggama. Tak heran bila kesan tradisional, kalem, dan malu-malu di ranjang melekat pada dirinya.
Sementara, 32 persen partisipan lainnya mengaku, mereka terlalu lelah untuk diganggu dengan aktivitas seks seperti halnya Miranda, salah satu tokoh dalam “Sex and The City”. Lebih lanjut, 21 persen lainnya terinsiprasi dengan apa yang dilakukan Carrie dalam “Sex and The City”. Sosok Carrie diceritakan sebagai wanita yang suka melakukan eksperimen kecil, dan sangat suka memakai baju seksi serta sepatu karya desainer terkenal untuk mendapatkan mood yang bagus.
(lifestyle.okezone.com)
Kamis, April 29, 2010
Rabu, April 28, 2010
Makaroni Panggang
Makaroni panggang? Wuih, banyak orang yang mengakui kelezatannya.
Bahan-bahan:
- 1 buah bawang bombai yang sudah dicincang
- 2 sendok makan margarin
- 200gram daging cincang
- 200gram makaroni, rebus dan tiriskan
- 6 butir telur
- ¼ butir pala, lalu haluskan
- 200ml susu cair
- 150gram keju parut
- garam dan lada secukupnya
Cara membuat:
- panaskan margarin, tumis bawang bombai hingga harum
- masukkan daging, masak hingga berubah warna
- campur daging cincang, makaroni rebus, susu cair, telur, 50gram keju parut, lada, pala dan garam, aduk rata
- tuang ke dalam loyang yang telah diolesi margarine
- taburi atasnya dengan taburan keju
- panggang dalam oven selama 45 menit atau hingga matang
- angkat dan keluarkan dari loyang
- potong-potong dan siap untuk disajikan untuk delapan porsi
[www.inilah.com]
Bahan-bahan:
- 1 buah bawang bombai yang sudah dicincang
- 2 sendok makan margarin
- 200gram daging cincang
- 200gram makaroni, rebus dan tiriskan
- 6 butir telur
- ¼ butir pala, lalu haluskan
- 200ml susu cair
- 150gram keju parut
- garam dan lada secukupnya
Cara membuat:
- panaskan margarin, tumis bawang bombai hingga harum
- masukkan daging, masak hingga berubah warna
- campur daging cincang, makaroni rebus, susu cair, telur, 50gram keju parut, lada, pala dan garam, aduk rata
- tuang ke dalam loyang yang telah diolesi margarine
- taburi atasnya dengan taburan keju
- panggang dalam oven selama 45 menit atau hingga matang
- angkat dan keluarkan dari loyang
- potong-potong dan siap untuk disajikan untuk delapan porsi
[www.inilah.com]
4 Hal Memalukan Pria saat Bercinta
PERNAHKAH Anda melakukan hal memalukan di ranjang? Tenang, Anda tidak sendirian. Kenyataannya, kehidupan seks jauh dari romantisme sempurna yang kerap ditampilkan adegan film Hollywood.
Womansday merangkum beberapa hal memalukan yang merusak ”skenario” adegan ranjang Anda bersama pasangan, berikut ini:
Belum klimaks
Tidak peduli seberapa hebat suami Anda di tempat tidur, ada waktu ketika Anda berharap dia bisa bertahan sedikit lebih lama. "Anda ingin mengingatkannya bahwa terkadang wanita tidak bisa mencapai klimaks, meskipun saat itu sudah ’panas’," kata Gilda Carle PhD, pakar hubungan dan seks sekaligus penulis “How to Win When Your Mate Cheats”.
"Percayalah ketika hal ini terjadi, dia lebih malu daripada Anda," katanya. Bagi pria, hasil (klimaks) kerap lebih penting daripada proses. Jadi, tak perlu malu mengatakan kalau Anda belum mencapai klimaks. Dia pasti akan berusaha dengan segala upaya.
Buang gas
Menurut para ahli, rata-rata orang buang gas sekira 15-25 kali per hari, dan gesekan selama hubungan seks kadang-kadang dapat meningkatkan jumlah gas. Saat terjadi, jangan biarkan hal memalukan ini membunuh mood bercinta. "Katakan maaf atas bau tidak sedap yang Anda hasilkan dan segera ubah topik," kata Dr Carle.
Fantasi berlebihan
Hanya karena Anda berdua saling mencintai bukan berarti Anda akan selalu memiliki ide-ide yang sama tentang apa yang diinginkan di ranjang. Dan ketika dia menyarankan sesuatu yang tidak nyaman untuk Anda, hal ini tentu dapat mematikan gairah.
Alih-alih langsung menolak fantasi seksnya, cobalah untuk menemukan kesepakatan, kata psikolog dan terapis seks Stephanie Buehler PsyD. "Jika memungkinkan, lihat apakah Anda dapat 'menegosiasikan’ fantasi sehingga mencakup unsur-unsur yang pada gilirannya memuaskan Anda juga," sarannya.
Tapi, Dr Buehler menambahkan, kalau fantasinya adalah bercinta di lokasi yang tidak nyaman menurut Anda, "Anda mungkin perlu menggigit lembut telinganya dan berkata, ‘Kamu tahu, Sayang, kamu memiliki imajinasi hebat. Bisakah kita menggunakannya untuk menemukan sesuatu yang juga membuat saya bergairah?," tambah Buehler. Dengan cara itu, Anda sedang memuji serta mendorongnya, bukan mematikan gairah seksnya.
Luka cedera
Seks tidak harus diklasifikasikan sebagai kegiatan kasar yang menyebabkan cedera pelakunya, seperti menggigit dengan sengaja, menggaruk dengan kuku-kuku panjang bergerigi hingga melukai kulit, kram kaki, dan lain-lain. Kalau pasangan telanjur melakukannya, hal pertama yang harus dilakukan adalah bangunlah dan atasi (apakah itu berarti mengambil aspirin atau mendapatkan perban).
Hal kedua, jadikan ini bahan guyonan. Menurut Dr Carle, interupsi di sela hubungan seks dapat membuat Anda berdua makin intim dengan semakin tahu sisi lain pasangan. "Anda bisa melihat bagaimana ia mengatasi kesenangannya yang terputus, dan tidak mendapatkan apa yang diinginkannya," tambahnya.
(lifestyle.okezone.com)
Womansday merangkum beberapa hal memalukan yang merusak ”skenario” adegan ranjang Anda bersama pasangan, berikut ini:
Belum klimaks
Tidak peduli seberapa hebat suami Anda di tempat tidur, ada waktu ketika Anda berharap dia bisa bertahan sedikit lebih lama. "Anda ingin mengingatkannya bahwa terkadang wanita tidak bisa mencapai klimaks, meskipun saat itu sudah ’panas’," kata Gilda Carle PhD, pakar hubungan dan seks sekaligus penulis “How to Win When Your Mate Cheats”.
"Percayalah ketika hal ini terjadi, dia lebih malu daripada Anda," katanya. Bagi pria, hasil (klimaks) kerap lebih penting daripada proses. Jadi, tak perlu malu mengatakan kalau Anda belum mencapai klimaks. Dia pasti akan berusaha dengan segala upaya.
Buang gas
Menurut para ahli, rata-rata orang buang gas sekira 15-25 kali per hari, dan gesekan selama hubungan seks kadang-kadang dapat meningkatkan jumlah gas. Saat terjadi, jangan biarkan hal memalukan ini membunuh mood bercinta. "Katakan maaf atas bau tidak sedap yang Anda hasilkan dan segera ubah topik," kata Dr Carle.
Fantasi berlebihan
Hanya karena Anda berdua saling mencintai bukan berarti Anda akan selalu memiliki ide-ide yang sama tentang apa yang diinginkan di ranjang. Dan ketika dia menyarankan sesuatu yang tidak nyaman untuk Anda, hal ini tentu dapat mematikan gairah.
Alih-alih langsung menolak fantasi seksnya, cobalah untuk menemukan kesepakatan, kata psikolog dan terapis seks Stephanie Buehler PsyD. "Jika memungkinkan, lihat apakah Anda dapat 'menegosiasikan’ fantasi sehingga mencakup unsur-unsur yang pada gilirannya memuaskan Anda juga," sarannya.
Tapi, Dr Buehler menambahkan, kalau fantasinya adalah bercinta di lokasi yang tidak nyaman menurut Anda, "Anda mungkin perlu menggigit lembut telinganya dan berkata, ‘Kamu tahu, Sayang, kamu memiliki imajinasi hebat. Bisakah kita menggunakannya untuk menemukan sesuatu yang juga membuat saya bergairah?," tambah Buehler. Dengan cara itu, Anda sedang memuji serta mendorongnya, bukan mematikan gairah seksnya.
Luka cedera
Seks tidak harus diklasifikasikan sebagai kegiatan kasar yang menyebabkan cedera pelakunya, seperti menggigit dengan sengaja, menggaruk dengan kuku-kuku panjang bergerigi hingga melukai kulit, kram kaki, dan lain-lain. Kalau pasangan telanjur melakukannya, hal pertama yang harus dilakukan adalah bangunlah dan atasi (apakah itu berarti mengambil aspirin atau mendapatkan perban).
Hal kedua, jadikan ini bahan guyonan. Menurut Dr Carle, interupsi di sela hubungan seks dapat membuat Anda berdua makin intim dengan semakin tahu sisi lain pasangan. "Anda bisa melihat bagaimana ia mengatasi kesenangannya yang terputus, dan tidak mendapatkan apa yang diinginkannya," tambahnya.
(lifestyle.okezone.com)
Langganan:
Postingan (Atom)