NUTRISI berperan penting dalam pertumbuhan buah hati. Itu sebabnya para orangtua harus mengerti dengan benar nutrisi apa saja yang diberikan kepada anak selama masa pertumbuhan.
Tak hanya itu saja, selama pemberian makanan berlangsung, Anda pun wajib memerhatikan berbagai panduan penting, dimulai dengan cara mengenalkan makanan baru kepada bayi, berapa besar porsi makanan yang diberikan, dan waktu tepat untuk mulai memberikan makanan kasar pada buah hati.
Agar tak salah arah, Dr Soedjatmiko SpA(K) Msi selaku Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang dan Magister Sains Psikologi Perkembangan memberikan beberapa panduan untuk Anda agar semakin cerdas dalam hal pemberian makanan pada buah hati.
Cara mengenalkan makanan baru kepada bayi
1. Berikan satu jenis makanan saja setiap kali mengenalkan makanan baru.
2. Amati selama 4-7 hari, sebelum mengenalkan makanan baru lainnya
3. Berikan dalam jumlah kecil dahulu, ditambah bertahap sampai tercapai porsi yang dianjurkan.
Berapa besar porsi makanan untuk bayi?
1. Besar porsi yang dianjurkan tergantung jenis makanannya
2. Biskuit marie 1-2 keping
3. Bubur susu sebanyak 1 mangkok sedang (kurang lebih 150-200ml), dibuat dari tepung beras 5 sendok makan atau 1 bungkus tepung bubur buatan sebanyak 50 gram dapat ditambah ASI atau formula 150-200 ml tergantung kekentalan yang diinginkan.
4. Nasi tim dibuat dari 2 sendok makan beras, dicampur daging atau hati, sayuran dan lain-lain atau bubuk nasi tim buatan pabrik sebanyak 5 sendok makan ditambah air sesuai kebutuhan.
Kapan bayi mulai diberikan makanan kasar?
1. Pemberian makanan kasar tergantung pada kemampuan bayi untuk mengunyah dan kemauan bayi itu sendiri, tidak tergantung pada pertumbuhan gigi.
2. Mulai umur 8 bulan coba berikan makanan agak kasar, hanya dihaluskan dengan ditekan pakai sendok. Bila bayi mampu menerimanya, maka bertahap seluruh makanan diberikan dalam bentuk kasar yang makin kasar (nasi tim utuh).
Dr Soedjatmiko menambahkan, keterampilan makan perlu dilatih dan dikembangkan sejak usia enam bulan dengan memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang semakin kasar dan padat. Oleh sebab itu, bayi sebaiknya hanya diberikan ASI saja (ASI eksklusif) sampai umur enam bulan. Selamat mencoba!
(tty)
Kamis, Juli 01, 2010
Omelet Keju
MENU ini cocok disantap untuk segala waktu, seperti sarapan, makan siang, atau makan malam.
Bahan-bahan:
- 2 sendok makan minyak goreng
- 3 butir telur
- 1/4 sendok teh garam
- 1/4 sendok teh merica bubuk
- 3 sendok makan susu cair
- 4 buah jamur kancing, iris
- 20 gram keju cheddar, parut
- 50 gram keju mozzarella
Pelengkap:
- Kentang goreng
Cara membuat:
- Panaskan minyak goreng dalam wajan anti lengket.
- Kocok lepas telur, masukkan garam, merica, dan susu cair, aduk rata. Masukkan keju parut dan jamur.
- Tuangkan adonan ke dalam wajan panas, tata irisan keju mozzarella diatasnya dan buat dadar hingga matang, angkat.
- Sajikan hangat dengan kentang goreng. [mor]
Bahan-bahan:
- 2 sendok makan minyak goreng
- 3 butir telur
- 1/4 sendok teh garam
- 1/4 sendok teh merica bubuk
- 3 sendok makan susu cair
- 4 buah jamur kancing, iris
- 20 gram keju cheddar, parut
- 50 gram keju mozzarella
Pelengkap:
- Kentang goreng
Cara membuat:
- Panaskan minyak goreng dalam wajan anti lengket.
- Kocok lepas telur, masukkan garam, merica, dan susu cair, aduk rata. Masukkan keju parut dan jamur.
- Tuangkan adonan ke dalam wajan panas, tata irisan keju mozzarella diatasnya dan buat dadar hingga matang, angkat.
- Sajikan hangat dengan kentang goreng. [mor]
5 Solusi Miss V Kering di Usia Menopause
KEKERINGAN Miss V saat menopause atau setelah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi itu terjadi akibat kurangnya hormon estrogen. Estrogen bertanggung jawab menjaga elastisitas jaringan dan kelembapan di sekitar Miss V. Bagaimana solusinya?
Pada usia menopause, estrogen menurun sehingga Miss V kehilangan sebagian elastisitasnya, lapisannya menipis, dan terasa agak kering. Karena kurang lembap, hanya ada sedikit bakteri ”ramah” yang membantu menjaga keasaman Miss V. Nah, ketika Miss V menjadi kurang asam, infeksi seperti sariawan dapat menyerang, yang menyebabkan iritasi lebih lanjut dan rasa ketidaknyamanan.
Semua perubahan ini bisa membuat hubungan seks menjadi tidak nyaman. Karenanya, tidak mengherankan jika sekira 40 persen wanita melaporkan hubungan seksualnya terasa menyakitkan setelah menopause.
Faktor lain adalah bahwa setelah menopause, kelenjar Bartholin membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan cairan pelumas untuk hubungan seks. Jumlahnya juga sedikit bila dibandingkan dengan wanita muda. Para peneliti seks asal Amerika, Masters dan Johnson menunjukkan bahwa sementara wanita lebih muda cukup terangsang untuk seks dengan penetrasi singkat, wanita menopause butuh lebih dari 5 menit.
Lantas, apa yang bisa Anda lakukan bila mengalami masalah kekeringan Miss V selama dan setelah menopause? Berikut, embarrassingproblems memberikan jawabannya.
1. Rileks dengan foreplay lama
Menyediakan waktu lebih lama untuk foreplay sangat penting bagi wanita menopause. Hal ini memungkinkan kelenjar Bartholin untuk menghasilkan lubrikasi dalam jumlah maksimum sebelum akhirnya penetrasi.
2. Lubrikasi tambahan
Anda bisa mencoba lubrikasi, seperti KY jelly, atau pelembap, seperti Replens atau Senselle, yang dapat digunakan jika Anda memerlukan lubrikan tambahan untuk hubungan seksual.
3. Hormone replacement therapy
Hormone replacement therapy (HRT) akan meningkatkan lubrikasi Miss V dan menebalkan dinding Miss V, tapi terapi ini mengandung risiko. Oleh karena itu, HRT tidak tepat jika kekeringan Miss V menjadi satu-satunya masalah Anda. Ada cara lebih aman untuk mengatasi kekeringan Miss V.
4. Krim estrogen
Jika Anda memilih tidak melakukan HRT, Anda dapat memeroleh krim estrogen Miss V dengan resep dokter. Untuk 2-3 minggu pertama, Anda harus menggunakannya setiap malam, dan mungkin butuh beberapa minggu (atau bahkan bulan) sebelum Anda melihat perubahannya. Setelah itu, Anda cukup menggunakannya dua kali seminggu.
Beberapa merek dirancang dengan jarum suntik khusus (aplikator) untuk membantu Anda memasukkan krim ke Miss V. Faktanya, aplikator lebih mengandung masalah daripada efektivitas, karena harus dicuci dengan air sabun hangat setiap kali selesai digunakan. Oleh karena krim akan diserap melalui dinding Miss V ke dalam aliran darah, lebih baik olesi krim dengan jari Anda. Jika tidak terbiasa menyentuh bagian dalam Miss V, Anda mungkin merasa aneh pada awalnya, tetapi Anda akan segera terbiasa dan santai melakukannya.
Hal lain yang harus diperhatikan adalah jangan memberikan krim secara berlebihan. Wanita menopause cenderung memberikan krim terlalu banyak dengan alasan agar cepat memberikan perubahan.
Pemberian krim estrogen perlu diimbangi dengan tablet progesteron, jika tidak ada risiko kanker rahim. Sebab, krim Miss V hanya berisi estrogen. Berbeda dengan tablet hormone replacement yang mengandung hormon estrogen dan progesteron. Fungsi lainnya untuk menjaga keamanan Miss V sebab krim estrogen akan memasuki aliran darah melalui dinding Miss V.
Selain krim, estrogen juga dirancang dalam bentuk cincin. Cincin estrogen dilepaskan secara bertahap ke dalam Miss V. Alat ini harus diganti setiap tiga bulan, dan tidak boleh digunakan lebih dari 2 tahun secara total. Cincin estrogen tidak menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan, tetapi Anda mungkin merasakan sedikit iritasi pada awalnya. Untuk bisa mengaplikasikannya, dokter Anda akan menunjukkan caranya.
Oleh karena beberapa estrogen (apakah itu krim, tablet, atau cincin) dapat memasuki aliran darah, ada kekhawatiran bahwa ini bisa menimbulkan risiko kesehatan. Sejauh ini, tidak ada bukti (klimaterik 2008; Desember 31:1-15), tetapi penelitian masih berlanjut.
5. Kapsul black cohosh
Kapsul black cohosh bisa dibeli di toko makanan kesehatan. Black cohosh berasal dari akar tanaman. Di Jerman, tanaman ini umum digunakan untuk mengatasi gejala menopause. Sebuah penelitian pada 1987 di Jerman menemukan bahwa black cohosh memiliki efek estrogen—seperti efek lubrikasi yang terjadi di dalam saluran Miss V.
Namun, penelitian ini telah dikritik karena black cohosh dapat menyebabkan kerusakan hati. Karenanya, diperlukan penelitian lebih lanjut.
(ftr)
Pada usia menopause, estrogen menurun sehingga Miss V kehilangan sebagian elastisitasnya, lapisannya menipis, dan terasa agak kering. Karena kurang lembap, hanya ada sedikit bakteri ”ramah” yang membantu menjaga keasaman Miss V. Nah, ketika Miss V menjadi kurang asam, infeksi seperti sariawan dapat menyerang, yang menyebabkan iritasi lebih lanjut dan rasa ketidaknyamanan.
Semua perubahan ini bisa membuat hubungan seks menjadi tidak nyaman. Karenanya, tidak mengherankan jika sekira 40 persen wanita melaporkan hubungan seksualnya terasa menyakitkan setelah menopause.
Faktor lain adalah bahwa setelah menopause, kelenjar Bartholin membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan cairan pelumas untuk hubungan seks. Jumlahnya juga sedikit bila dibandingkan dengan wanita muda. Para peneliti seks asal Amerika, Masters dan Johnson menunjukkan bahwa sementara wanita lebih muda cukup terangsang untuk seks dengan penetrasi singkat, wanita menopause butuh lebih dari 5 menit.
Lantas, apa yang bisa Anda lakukan bila mengalami masalah kekeringan Miss V selama dan setelah menopause? Berikut, embarrassingproblems memberikan jawabannya.
1. Rileks dengan foreplay lama
Menyediakan waktu lebih lama untuk foreplay sangat penting bagi wanita menopause. Hal ini memungkinkan kelenjar Bartholin untuk menghasilkan lubrikasi dalam jumlah maksimum sebelum akhirnya penetrasi.
2. Lubrikasi tambahan
Anda bisa mencoba lubrikasi, seperti KY jelly, atau pelembap, seperti Replens atau Senselle, yang dapat digunakan jika Anda memerlukan lubrikan tambahan untuk hubungan seksual.
3. Hormone replacement therapy
Hormone replacement therapy (HRT) akan meningkatkan lubrikasi Miss V dan menebalkan dinding Miss V, tapi terapi ini mengandung risiko. Oleh karena itu, HRT tidak tepat jika kekeringan Miss V menjadi satu-satunya masalah Anda. Ada cara lebih aman untuk mengatasi kekeringan Miss V.
4. Krim estrogen
Jika Anda memilih tidak melakukan HRT, Anda dapat memeroleh krim estrogen Miss V dengan resep dokter. Untuk 2-3 minggu pertama, Anda harus menggunakannya setiap malam, dan mungkin butuh beberapa minggu (atau bahkan bulan) sebelum Anda melihat perubahannya. Setelah itu, Anda cukup menggunakannya dua kali seminggu.
Beberapa merek dirancang dengan jarum suntik khusus (aplikator) untuk membantu Anda memasukkan krim ke Miss V. Faktanya, aplikator lebih mengandung masalah daripada efektivitas, karena harus dicuci dengan air sabun hangat setiap kali selesai digunakan. Oleh karena krim akan diserap melalui dinding Miss V ke dalam aliran darah, lebih baik olesi krim dengan jari Anda. Jika tidak terbiasa menyentuh bagian dalam Miss V, Anda mungkin merasa aneh pada awalnya, tetapi Anda akan segera terbiasa dan santai melakukannya.
Hal lain yang harus diperhatikan adalah jangan memberikan krim secara berlebihan. Wanita menopause cenderung memberikan krim terlalu banyak dengan alasan agar cepat memberikan perubahan.
Pemberian krim estrogen perlu diimbangi dengan tablet progesteron, jika tidak ada risiko kanker rahim. Sebab, krim Miss V hanya berisi estrogen. Berbeda dengan tablet hormone replacement yang mengandung hormon estrogen dan progesteron. Fungsi lainnya untuk menjaga keamanan Miss V sebab krim estrogen akan memasuki aliran darah melalui dinding Miss V.
Selain krim, estrogen juga dirancang dalam bentuk cincin. Cincin estrogen dilepaskan secara bertahap ke dalam Miss V. Alat ini harus diganti setiap tiga bulan, dan tidak boleh digunakan lebih dari 2 tahun secara total. Cincin estrogen tidak menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan, tetapi Anda mungkin merasakan sedikit iritasi pada awalnya. Untuk bisa mengaplikasikannya, dokter Anda akan menunjukkan caranya.
Oleh karena beberapa estrogen (apakah itu krim, tablet, atau cincin) dapat memasuki aliran darah, ada kekhawatiran bahwa ini bisa menimbulkan risiko kesehatan. Sejauh ini, tidak ada bukti (klimaterik 2008; Desember 31:1-15), tetapi penelitian masih berlanjut.
5. Kapsul black cohosh
Kapsul black cohosh bisa dibeli di toko makanan kesehatan. Black cohosh berasal dari akar tanaman. Di Jerman, tanaman ini umum digunakan untuk mengatasi gejala menopause. Sebuah penelitian pada 1987 di Jerman menemukan bahwa black cohosh memiliki efek estrogen—seperti efek lubrikasi yang terjadi di dalam saluran Miss V.
Namun, penelitian ini telah dikritik karena black cohosh dapat menyebabkan kerusakan hati. Karenanya, diperlukan penelitian lebih lanjut.
(ftr)
Langganan:
Postingan (Atom)