Kamis, Mei 19, 2011

Ayam Panggang Saus Apel Berry

Bosan dengan ayam panggang biasa? Cobalah ayam panggang bersaus buah yang asam segar sedikit manis. Sensasi rasanya sungguh menggoyang lidah!
Perpaduan antara saus apel berry & saus BBQ menambah keunikan hidangan Anda.

Bahan-bahan :
6 paha ayam bagian bawah, kerat-kerat
3 sendok makan saus BBQ
1 sendok makan kecap Jepang
1 sendok makan kecap manis
2 siung bawang putih, parut
50 gram bawang bombay, parut
1 sendok makan margarin, lelehkan
1 sendok makan susu bubuk
1 sendok makan air jeruk lemon
1/2 sendok teh merica bubuk
1 sendok teh garam
1 sendok makan mentega
30 gram bawang bombay, cincang halus
200 gram daging buah apel, potong dadu kecil
50 gram kismis/cherry kering
1 sendok makan air jeruk nipis
1 sendok teh gula pasir
1/2 sendok teh merica bubuk
1 sendok teh garam
100 ml air

Cara membuat:
- Lumuri paha ayam dengan Bumbu Perendam. Diamkan selama 1-2 jam.
- Taruh dalam wadah tahan panas.
- Panggang dalam oven panas 180 C selama 45 menit hingga matang.
- Angkat, sajikan dengan Saus Apel Berry dan taburi Cornflakes.
- Membuat Saus Apel Berry: Tumis bawang bombay hingga layu. kemudian, masukkan bahan lainnya, aduk hingga mendidih dan air habis dan angkat. [mor]

Rabu, Mei 18, 2011

Orgasme Tiap Hari Bikin Anda...

JIKA ingin terhindar dari penyakit, tak perlu repot-repot menjalani proses yang sulit. Bikin saja tubuh Anda orgasme tiap hari. Penyakit pun hilang seketika.

Apakah Anda termasuk pribadi yang bisa menghasilkan orgasme tiap hari? Jika ya, maka beruntunglah. Pasalnya, wanita yang bisa secara teratur orgasme akan tampil lebih energik dan terhindar dari ancaman penyakit, seperti diutarakan sebuah penelitian baru yang dirilis Mid Day.

Menurut tim dari Women's Health Program di Australia, wanita yang memiliki tingkat kehidupan seks tinggi, dia akan memiliki vitalitas yang lebih prima dan pandangan psikologis yang lebih baik ketimbang orang yang hanya berhubungan seks kurang dari dua kali dalam sebulan.

Peneliti utama, Dr Sonia Davison dari the Women's Health Program di Monash University, Australia mengatakan, “Kami menemukan bahwa wanita yang secara seksual tidak terlalu terpenuhi kepuasannya cenderung memiliki kesejahteraaan diri yang rendah dan kurang memiliki vitalitas.”

”Temuan ini menyoroti pentingnya menangani daerah-daerah sebagai bagian penting dari perawatan kesehatan karena wanita mungkin tidak nyaman mendiskusikan masalah ini dengan dokter mereka,” tambahnya.

Dalam penelitian ini, diketahui ada 90 persen wanita yang memiliki aktivitas seksual mereka dengan pasangan di mana 50 persennya melakukan agenda tersebut karena inisiatif dari pasangannya. Aktivitas seksual wanita lebih mungkin dipengaruhi oleh kehadiran pasangan, mitra kesehatan, dan fungsi seksual yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

”Fakta bahwa hal-hal yang diidentifikasi sebagai kepuasan untuk memertahankan tingkat aktivitas seksual dari wanita paling besar, yakni dikarenakan harapan dari perilaku dan dari pasangannya,” kata Profesor Susan Davis, penulis senior yang juga didasarkan pada Women's Health Program di Australia.

Hal tersebut juga memperkuat kenyataan bahwa frekuensi aktivitas seksual pada wanita tidak dapat digunakan sebagai indikator yang bisa diandalkan sebagai bagian dari kesejahteraan seksual,” tambah ahli.

Ahli obat seksual, Dr Irwin Goldsten mengatakan, “Hal ini menekankan peran dan pentingnya kesehatan seksual pada kesehatan dan kesejahteraan wanita secara keseluruhan.
(tty)

Perbedaan Marah Pria vs Wanita

SEBAGAI salah satu emosi dasar manusia, baik pria maupun wanita dapat meluapkan kemarahan. Meski begitu, ada perbedaan cara menunjukkan kemarahan di antara dua gender tersebut. Lingkungan sekitar juga berbeda menilai kemarahan pria dan wanita.

Berdasarkan percobaan yang berulang kali dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa kedua jenis kelamin memiliki mekanisme yang sama untuk mengekspresikan emosi negatif. Namun, pria dan wanita menunjukkan kemarahan dengan cara berbeda. Demikian seperti dimuat dalam jurnal Science yang dirilis Genius Beauty, Senin (16/5/2011).

Hasilnya, wanita cenderung merasa malu memperlihatkan kemarahan mereka. Sedangkan pria menganggapnya sesuatu yang wajar.

Kesimpulan serupa telah dibuat oleh para pakar selama percobaan sederhana yang menyebutkan, secara khusus psikolog membuktikan bahwa pria yang marah membuat kesan yang kuat pada orang lain. Masyarakat menilai pria yang sedang marah sebagai seorang dengan gaya yang aktif. Sebaliknya, kemarahan seorang wanita diartikan sebagai seorang yang perangai buruk.

Kesimpulan tersebut didasarkan pada sebuah percobaan sederhana. Kedua jenis kelamin yang disewa diminta menuntut kenaikan gaji kepada atasan. Para relawan diminta mengevaluasi perilaku mereka.

Mayoritas responden merasa bahwa marah pria merepresentasikan ketegasan, kekuatan, dan tekad. Tetapi para wanita yang menuntut kenaikan gaji dengan suara yang tinggi disebut sebagai pengganggu, tidak bisa mengendalikan diri, histeris dan tidak kompeten.
(nsa)