Selasa, Oktober 04, 2011

Mengapa Pria Lebih Sering Berselingkuh?

URUSAN selingkuh memang tak hanya milik wanita seorang atau pria semata. Namun pada kenyataannya, jumlah para pelaku selingkuh justru cenderung didominasi pria. Benarkah?

Ancaman selingkuh memang selalu menghantui siapapun. Tak hanya pria, tapi juga wanita. Meski keduanya berpotensi untuk melakukan dan sama-sama mendapatkan godaan tersebut, nyatanya pria jauh lebih potensial tergoda untuk melakukannya. Bahkan, data di lapangan mengungkapkan bahwa pelaku selingkuh umumnya dilakukan para pria.

Berdasarkan data statistik tentang perselingkuhan di Amerika Serikat, perselingkuhan di negeri tersebut meningkat setiap tahun secara luar biasa. Pernikahan atau hubungan jangka panjang tampaknya sulit untuk dipertahankan, bahkan cenderung langka. Untuk mengetahui lebih lanjut fenomena tersebut, berikut ini ulasannya seperti dipaparkan Your Tango.

- Sekira 17 persen perceraian disebabkan oleh perselingkuhan. Hal ini tentu sangat menakjubkan mengingat ada begitu banyak alasan lain untuk bercerai.

- Sekira 70 persen pria menikah mengaku selingkuh di luar istri mereka. Studi lainnya bahkan menemukan bahwa 2/3 dari wanita tidak menyadari dengan perselingkuhan yang dilakukan suami mereka.

- Sementara pada wanita, angka statistik mencatat bahwa sekira 50-60 persen wanita mengaku berselingkuh.

Dengan angka yang cukup mencengangkan tersebut, lantas apa yang mendasari pria dan wanita selingkuh? Sebuah studi menarik yang diterbitkan pada 2005 memiliki beberapa jawaban yang menarik tentang pertanyaan tersebut.

- Ketidakpuasan atau ketidakbahagiaan tidak berkorelasi dengan perselingkuhan pernikahan.

- Semakin tinggi suami Anda mendapatkan kepuasan seksual, semakin kecil dia melakukan perselingkuhan di belakang Anda.

- Masalah harga diri yang merasa dilecehkan oleh pasangan menjadi alasan pemicu umum yang mendorong seseorang berselingkuh.

(tty)

Senin, September 26, 2011

3 Alasan Pria Jadi Sosok Misterius

BANYAK wanita mengungkapkan jika pria merupakan sosok misterius. Bukan tak beralasan, pria memang senang bertingkah misterius jika berbicara soal isi hati dan permasalahannya. Apa pasal?

Dibanding wanita, pria merupakan sosok yang cool dan misterius. Tak heran, apa yang mereka alami atau sejarah tentang dirinya sulit untuk ditelusuri.

Kaum adam memang memiliki alasan tersendiri kenapa memilih hal itu. Ingin mengetahui alasannya, berikut ulasan yang dibeberkan Sheknows.

1. Tak ingin berbicara tentang perasaannya
Tidak semua orang ingin berbicara tentang perasaan mereka. Bahkan, banyak dari mereka membutuhkan dorongan untuk membuka diri.

Namun jika pria menolak untuk mengungkapkan lebih dalam tentang dirinya, dan seakan membuat dinding pembatas untuk berbagi mungkin dia memang sedang dalam mood yang buruk.

Dia pun tak ingin memberitahu masalahannya, dan memilih untuk menghindar dari Anda. Tapi tak perlu khawatir karena cepat atau lambat dia pun akan membuka diri dan menceritakannya dengan Anda.

2. Miliki masa lalu
Penolakan darinya untuk lebih terbuka kepada Anda mungkin disebabkan masalah koneksi emosional dengan orang-orang di sekitarnya.

Mungkin saja dia memiliki sejarah masa lalu yang kurang baik. Karena Anda belum terlalu mengenalnya lebih dalam terutama masa lalunya maka bersabarlah menghadapinya.

Beberapa orang memang tak terlalu tertarik untuk mengungkapkan jati diri serta menggambarkan masa lalu mereka. Apalagi ketika tidak ada koneksi emosional dengan lawan bicaranya.

Jadi, biarkan saja dia memilih untuk jadi sosok misterius. Seiring dengan perjalanan waktu saat koneksi emosional mulai terjalin, dia pun akan lebih nyaman menceritakan masa lalunya terhadap Anda.

3. Malas membahas komitmen
Jika pria tidak terkoneksi secara emosional maka dia sama sekali tidak tertarik untuk berbicara mengenai hubungan. Upaya yang dapat Anda lakukan untuk meraih hatinya adalah mendiskusikan di mana hubungan yang Anda jalin tersebut dan bagaimana perasaannya terhadap Anda, dan sebagainya.

Jika dia enggan membicarakan keseriusan hubungan, Anda pun tidak akan pernah mendapatkan hal yang jelas tentang perasaan dirinya terhadap Anda. Jadi, komunikasikan hal tersebut secara perlahan sehingga Anda pun tidak sia-sia menjalani hubungan dengannya.
(nsa)

Hamil Anak Pertama di Usia 61 Tahun

Seorang perempuan berusia 61 tahun di Brazil hamil bayi pertama dan membuat kehebohan di negara tersebut.

Perempuan yang namanya tak disebutkan itu sudah menopause dan punya suami berusia 38 tahun. Dia hamil dengan telur donor dan akan melahirkan pada November.

"Saya sudah menopause... suami saya ingin jadi ayah. Saya juga ingin jadi ibu. Saya sangat sehat ... dan saya telah menjalani pemeriksaan medis," kata perempuan itu kepada surat kabar O Globo seperti dikutip AFP.

Ia mengatakan ia tak berencana memberi tahu putri masa depannya bahwa ia menggunakan telur donor untuk bisa hamil.

Sebelumnya pada 9 September di Brazil, seorang perempuan yang berusia 52 tahun untuk pertama kali jadi ibu dari anak kembar. Sang suami berusia 58 tahun

Para pejabat kesehatan Brazil mengatakan mereka prihatin dengan gelombang kehamilan saat usia sudah telat, karena bisa membahayakan si ibu. (Antara).