Berbicara seputar seks dan mitos-mitos yang berkembang sudah pasti tidak akan ada habisnya.
Banyak sekali mitos seputar hubungan seksual yang berkembang di masyarakat. Mitos yang benar atau pun keliru itu diinformasikan secara berantai tanpa jelas asal mulanya.
Seperti dikutip Time of India, berikut beberapa mitos salah seputar seks yang wajib tahu.
Selesai sebelum ejakulasi tidak membuat hamil
Faktanya, di saat seorang pria berereksi, ia mulai memproduksi cairan yang mengandung sperma yang cukup mampu untuk membuat seorang wanita hamil.
Ukuran Mr P berdasar pada bentuk kaki
Mitos ini cuma omong kosong. Ukuran kaki tidak mempengaruhi organ pribadi. Bahkan ada pria yang berpostur tubuh sedang, bisa memiliki penis besar, atau bahkan sebaliknya.
Keperawanan diukur dari selaput dara
Tentu saja mitos ini salah. Selaput dara bisa robek kapan saja, dan tidak ada hubungannya dengan seks. Kegiatan olahraga, seperti berkuda atau bersepeda bisa menjadi salah satu penyebab selaput dara Anda robek.
Bercinta pertama kali tidak akan hamil
Hal ini tentu saja tidak benar. Faktanya, seorang gadis bisa hamil di saat pertama melakukan hubungan seks, dan seterusnya.
Seks aman, selama memperhatikan siklus wanita
Kaum perempuan bisa hamil kapan saja jika ia berhubungan seks tanpa menggunakan alat kontrasepsi, karena sperma masih bisa bertahan hidup selama beberapa hari setelah berhubungan seks.
Sehingga, jika Anda berhubungan seks dalam periode yang menurut Anda aman, sperma itu mungkin masih tinggal di tubuh wanita dalam waktu yang cukup lama dan bisa membuatnya hamil. [mor]
Sabtu, Januari 14, 2012
Posisi Tepat Agar G-Spot Tersentuh Maksimal
Membahas masalah G-Spot memang tak akan ada habisnya. Tapi faktanya, si wanita sebagai pemilik tubuh, seringkali tak bisa mengungkapkan dengan pasti di mana G-Spot-nya berada.
"Ada beberapa posisi bercinta yang bisa membuat Mr P lebih mudah mengakses G-Spot Anda,” jelas pakar seks dan juga penulis buku I Heart Female Orgasme, Dorian Solot. Seperti dikutip Cosmopolitan, berikut posisinya...
Woman on top
Konon, ini adalah posisi “termudah” untuk memaksimalkan G-Spot. Saat si wanita berada di atas badan pasangannya, ia perlu mendorong tubuh agak ke belakang dan sedikit mengangkat pinggul dengan menggunakan tangan untuk menopang berat badan.
Ketika penis sudah menelusup ke dalam organ intim , si wanita mulai melakukan gerakan naik-turun. Tak perlu kencang dan bergegas, tapi cukup perlahan-perlahan namun digerakkan dengan mantap.
Bagi si wanita, posisi ini dirasakan paling nyaman, karena ia dapat mengatur kecepatan gerakan dengan leluasa, sehingga G-Spot dapat segera ditemukan.
Doggie-style
Posisi ini menawarkan akses penetrasi yang maksimal, apalagi jika Anda melakukannya dengan berbaring telungkup sembari melebarkan kedua kaki.
"Posisi Mr Pyang berada tepat lurus di belakang Miss V, membuatnya sangat mustahil kalau sampai tidak menyentuh G-spot Anda sedalam mungkin," ungkap Debby Herbenick, PhD, seorang peneliti dan Associate Director of the Center for Sexual Health Promotion di Indiana University Bloomington's School of Health, Physical Education, and Recreation.
Missionary
Buat posisi ini makin sarat rangsangan dengan versi yang sedikit dimodifikasi! Anda berbaring sembari menekuk lutut, lalu istirahatkan kedua telapak kaki di atas ranjang.
Sementara pasangan melakukan posisi basic missionary di atas tubuh Anda, perlahan-lahan angkat pinggul, dan letakkan beberapa bantal di bawah bokong.
Kemudian, minta pasangan untuk memasuki Anda dari sudut yang tak biasa, yakni seperti melakukan push up. Rasanya?
"Dengan posisi ini, ujung penis akan terus menerus menyentuh G-Spot, menjadikan kepuasan Anda berlipat ganda," kata Harel.
Posisi kaki rapat
Masih dalam posisi berdiri, si wanita membungkukkan punggung sedikit dengan kaki rapat. Cara ini akan membuat penis 'fokus' dan tegak lurus menembus vagina tanpa harus bergerak ke mana-mana. [mor]
"Ada beberapa posisi bercinta yang bisa membuat Mr P lebih mudah mengakses G-Spot Anda,” jelas pakar seks dan juga penulis buku I Heart Female Orgasme, Dorian Solot. Seperti dikutip Cosmopolitan, berikut posisinya...
Woman on top
Konon, ini adalah posisi “termudah” untuk memaksimalkan G-Spot. Saat si wanita berada di atas badan pasangannya, ia perlu mendorong tubuh agak ke belakang dan sedikit mengangkat pinggul dengan menggunakan tangan untuk menopang berat badan.
Ketika penis sudah menelusup ke dalam organ intim , si wanita mulai melakukan gerakan naik-turun. Tak perlu kencang dan bergegas, tapi cukup perlahan-perlahan namun digerakkan dengan mantap.
Bagi si wanita, posisi ini dirasakan paling nyaman, karena ia dapat mengatur kecepatan gerakan dengan leluasa, sehingga G-Spot dapat segera ditemukan.
Doggie-style
Posisi ini menawarkan akses penetrasi yang maksimal, apalagi jika Anda melakukannya dengan berbaring telungkup sembari melebarkan kedua kaki.
"Posisi Mr Pyang berada tepat lurus di belakang Miss V, membuatnya sangat mustahil kalau sampai tidak menyentuh G-spot Anda sedalam mungkin," ungkap Debby Herbenick, PhD, seorang peneliti dan Associate Director of the Center for Sexual Health Promotion di Indiana University Bloomington's School of Health, Physical Education, and Recreation.
Missionary
Buat posisi ini makin sarat rangsangan dengan versi yang sedikit dimodifikasi! Anda berbaring sembari menekuk lutut, lalu istirahatkan kedua telapak kaki di atas ranjang.
Sementara pasangan melakukan posisi basic missionary di atas tubuh Anda, perlahan-lahan angkat pinggul, dan letakkan beberapa bantal di bawah bokong.
Kemudian, minta pasangan untuk memasuki Anda dari sudut yang tak biasa, yakni seperti melakukan push up. Rasanya?
"Dengan posisi ini, ujung penis akan terus menerus menyentuh G-Spot, menjadikan kepuasan Anda berlipat ganda," kata Harel.
Posisi kaki rapat
Masih dalam posisi berdiri, si wanita membungkukkan punggung sedikit dengan kaki rapat. Cara ini akan membuat penis 'fokus' dan tegak lurus menembus vagina tanpa harus bergerak ke mana-mana. [mor]
Sabtu, Januari 07, 2012
Ini Dia Trik CAT bagi Perempuan
Banyak posisi dan kegiatan bercinta yang ternyata tidak melakukan stimulasi pada klitoris dengan efektif dan sempurna.
Lebih parahnya, banyak orang yakin jika hubungan seks tradisional tidak akan membawa perempuan mencapai orgasme. Hal ini disebabkan kurangnya kreatifitas atau bahkan perempuan itu sendiri memiliki masalah.
Dalam kaitannya dengan kesenangan seksual, yakni Mr Dick dan klitoris, keduanya akan menjadi terangsang dengan adanya aliran darah, selama mendapat rangsangan seks.
Keduanya akan menjadi tegang karena cukup mendapat stimulasi seksual dan dua-duanya adalah sumber utama orgasme.
Masih banyak orang berpikir bahwa bercinta adalah posisi missionary atau posisi dinas, yakni lelaki diatas selama berhubungan seks.
Di posisi ini memang sangat baik untuk memberikan rangsangan pada Mr Dick, tetapi ternyata tidak cukup banyak bagi penis untuk bisa selalu merangsang klitoris pada posisi ini.
The coital aligment technique (CAT), adalah teknik rangsangan pada klitoris selama berlangsungnya hubungan seks. Dan teknik ini umumnya identik dilakukan orang dengan posisi missionary, meski juga bisa dilakukan dengan posisi seks lainnya.
Lebih dari sekadar gerakan dasar, teknik ini memberikan suatu rocking motion yang bisa merangsang klitoris lebih baik.
Awalnya, dalam posisi 'dinas', lelaki melakukan penetrasi lewat kaki pasangan yang direnggangkan dan sedikit ditekuk, kemudian angkat tubuh lelaki sedikit lebih atas ke bagian depan tubuh perempuan sehingga dorongannya membuat sentuhan dengan klitoris. Pada waktu bersamaan penis juga mengalami ransangan yang sama.
Dengan sedikit mencondongkan tubuh ke kanan atau kiri, lelaki dapat memberikan rangsangan lebih baik. Penting bagi lelaki untuk mensantaikan tubuhnya lebih ke atas dan menekan sedikit penetrasinya agar bisa meyentuh klitoris pasangan. Perempuan kemudian dapat merangkulkan kakinya ke badan lelaki.
Teknik CAT ini memberikan lelaki dan perempuan gabungan dorongan rangsangan. Pada dasarnya, CAT adalah variasi dari posisi classic missionary, yakni lelaki diatas dan saling berhadapan.
CAT pun juga dapat dilakukan dengan posis woman on top. Asalkan, klitoris mendapatkan rangsangan selama penetrasi saat melakukan posisi seks tertentu. [mor]
Lebih parahnya, banyak orang yakin jika hubungan seks tradisional tidak akan membawa perempuan mencapai orgasme. Hal ini disebabkan kurangnya kreatifitas atau bahkan perempuan itu sendiri memiliki masalah.
Dalam kaitannya dengan kesenangan seksual, yakni Mr Dick dan klitoris, keduanya akan menjadi terangsang dengan adanya aliran darah, selama mendapat rangsangan seks.
Keduanya akan menjadi tegang karena cukup mendapat stimulasi seksual dan dua-duanya adalah sumber utama orgasme.
Masih banyak orang berpikir bahwa bercinta adalah posisi missionary atau posisi dinas, yakni lelaki diatas selama berhubungan seks.
Di posisi ini memang sangat baik untuk memberikan rangsangan pada Mr Dick, tetapi ternyata tidak cukup banyak bagi penis untuk bisa selalu merangsang klitoris pada posisi ini.
The coital aligment technique (CAT), adalah teknik rangsangan pada klitoris selama berlangsungnya hubungan seks. Dan teknik ini umumnya identik dilakukan orang dengan posisi missionary, meski juga bisa dilakukan dengan posisi seks lainnya.
Lebih dari sekadar gerakan dasar, teknik ini memberikan suatu rocking motion yang bisa merangsang klitoris lebih baik.
Awalnya, dalam posisi 'dinas', lelaki melakukan penetrasi lewat kaki pasangan yang direnggangkan dan sedikit ditekuk, kemudian angkat tubuh lelaki sedikit lebih atas ke bagian depan tubuh perempuan sehingga dorongannya membuat sentuhan dengan klitoris. Pada waktu bersamaan penis juga mengalami ransangan yang sama.
Dengan sedikit mencondongkan tubuh ke kanan atau kiri, lelaki dapat memberikan rangsangan lebih baik. Penting bagi lelaki untuk mensantaikan tubuhnya lebih ke atas dan menekan sedikit penetrasinya agar bisa meyentuh klitoris pasangan. Perempuan kemudian dapat merangkulkan kakinya ke badan lelaki.
Teknik CAT ini memberikan lelaki dan perempuan gabungan dorongan rangsangan. Pada dasarnya, CAT adalah variasi dari posisi classic missionary, yakni lelaki diatas dan saling berhadapan.
CAT pun juga dapat dilakukan dengan posis woman on top. Asalkan, klitoris mendapatkan rangsangan selama penetrasi saat melakukan posisi seks tertentu. [mor]
Langganan:
Postingan (Atom)