Dalam aktivitas bercinta dan mencapai orgasme, ternyata bukan Mr P saja yang butuh atensi lebih. Beberapa titik sensitif ini juga bisa membuat pasangan semakin horny. Apa saja?
Sebagai wanita, Anda tak boleh membiarkan aksi ranjang berjalan flat begitu saja. Hal itu pula yang diungkapkan pakar seks Kener PhD dalam buku Sex Detox.
"Memberi rangsangan pada area sensitif pria, tidak hanya mengirimkan sensasi yang luar biasa, melainkan meningkatkan aliran darah ke Mr P," katanya.
Nah, saat ini kiranya Anda sebagai kaum Hawa segera meluncurkan sejumlah serangan di beberapa titik sensitif tubuh pasangan dan lihat bagaimana dia akan 'terkapar' penuh kenikmatan.
The C-Spot
Penasaran kenapa saat Anda membisikan kalimat nakal di telinga pasangan, ia bisa mendadak turned on seketika? Tepat sekali, satu zona erotis yang ada di dekat wajah ini memang memiliki beberapa garis sensitif yang mengirimkan aliran sensasi ke seluruh tubuh pasangan.
The H-Spot
Sebagai indera peraba, jari memang memiliki beberapa syaraf sensitif yang dengan mudahnya mengantarkan rangsangan penuh kenikmatan saat Anda mengulumnya, apalagi saat sesi bercinta tengah terasa intens.
The W-Spot
"Kulit yang berada di bagian dada pria, lebih sensitif dan sangat peka akan sentuhan ketimbang di bagian lainnya," ungkap Yvonne K Fulbright, PhD, penulis Touch Me There.
Nah, bangkitkan libido pasangan dalam sekejap dengan memainkan kedua puting di saat bercinta.
The R-Spot
Ada satu garis di Mr P yang selama ini sering disentuh tetapi Anda tidak sadar kalau bagian ini memiliki sensasi tegangan yang super tinggi. Yup. Garis lurus yang memanjang mulai dari kedua bola kembar hingga kepalanya.
The F-Spot
Di bawah kepala Mr P ada semacam garis kecil yang bentuknya menyerupai kelopak bunga,dan mengandung kenikmatan tinggi. Namanya frenelum.
"Titik ini memang sudah terkenal sebagai pusat pertemuan berbagai jaringan urat syaraf. Jadi tak heran bila bagian ini sangat sensitif," jelas Kerner.
The O-Spot
Tepat di antara bola kembar dan bokong, ada spot yang bisa membuat pasangan menjerit kencang jika mencapai orgasme, yakni O-Spot atau perineum. [mor]
Rabu, April 18, 2012
Senin, April 16, 2012
4 Cara Mengencangkan Payudara
Memiliki payudara kencang meski telah melahirkan lebih dari dua anak menjadi dambaan sebagian perempuan yang memerhatikan penampilan. Banyak pilihan cara untuk membantu mengencangkan payudara. Penggunaan krim yang dioleskan rutin pada payudara kerap dipilih perempuan. Meski begitu, untuk memiliki tubuh dan payudara yang kencang, dibutuhkan perawatan secara holistik.
Pemain sinetron Femmy Permatasari mengandalkan empat hal untuk mengencangkan tubuhnya, termasuk payudara. Yakni, rutin menggunakan krim payudara selama 3-6 bulan terutama setelah melahirkan, olahraga rutin, kebiasaan menggunakan bra saat tidur, serta cara menyusui yang benar.
"Penggunaan krim pengencang payudara harus dibantu dengan olahraga. Selain juga kebiasaan rutin mengenakan bra, baik saat tidur maupun saat menyusui. Cara menyusui juga memengaruhi bentuk payudara," jelasnya di sela temu media produk jamu Njonja Meneer di Jakarta beberapa waktu lalu.
1. Krim payudara.
Ibu tiga anak ini rutin menggunakan krim pengencang payudara selama 3-6 bulan pemakaian, dalam kurun waktu sekitar tujuh tahun. "Pemakaian krim dilakukan sebelum tidur, dan bra tidak dilepas saat tidur," jelasnya. Menurutnya, krim seperti ini membantu pengencangan payudara, namun hasilnya akan maksimal jika dibantu dengan sejumlah aktivitas fisik dan kebiasaan baik.
2. Olahraga.
Olahraga menjadi kegemaran Femmy sejak remaja. Pilihan olahraga juga memengaruhi bentuk tubuh. Femmy memilih olahraga yang mengencangkan tubuh, untuk menjaga bentuk badan tetap ideal. Perut rata dan badan langsing serta kencang menjadi tujuannya.
"Setiap bangun tidur saya selalu sit up 30 repetisi," ungkapnya menambahkan untuk mendapatkan perut rata, olahraga rutin non stop selama tiga bulan dapat memberikan hasil maksimal.
Tubuh kencangnya didapati dari kebiasaan olahraga secara teratur. Tiga jenis olahraga favoritnya di antaranya body combat, yoga, muaythai. "Saya suka olahraga yang sifatnya maskulin. Tiga jenis olahraga ini saya lakukan secara bergantian jadi bukan kombinasi ketiganya dalam sekali latihan. Biasanya per dua minggu saya padukan olahraga ini. Hasilnya, perut rata dan badan kencang," jelasnya.
3. Selalu pakai bra.
Kebiasaan mengenakan bra yang tepat turut membantu menjaga bentuk payudara. Termasuk saat tidur, dengan menggunakan bra khusus tanpa kawat. Kebiasaan inilah yang dilakukan Femmy dan terbukti membantu payudaranya tetap kencang.
4. Posisi menyusui.
Menurut Femmy, cara menyusui juga memengaruhi bentuk payudara. "Biasanya ibu membungkuk menyesuaikan posisi dengan bayi saat menyusui. Ini memengaruhi payudara. Saya menyusui dengan mendekatkan bayi ke payudara, menggunakan bantalan yang membuatnya nyaman dan memang cara menyusui ini aman untuk bayi," jelasnya.
Sumber : Kompas.com
Pemain sinetron Femmy Permatasari mengandalkan empat hal untuk mengencangkan tubuhnya, termasuk payudara. Yakni, rutin menggunakan krim payudara selama 3-6 bulan terutama setelah melahirkan, olahraga rutin, kebiasaan menggunakan bra saat tidur, serta cara menyusui yang benar.
"Penggunaan krim pengencang payudara harus dibantu dengan olahraga. Selain juga kebiasaan rutin mengenakan bra, baik saat tidur maupun saat menyusui. Cara menyusui juga memengaruhi bentuk payudara," jelasnya di sela temu media produk jamu Njonja Meneer di Jakarta beberapa waktu lalu.
1. Krim payudara.
Ibu tiga anak ini rutin menggunakan krim pengencang payudara selama 3-6 bulan pemakaian, dalam kurun waktu sekitar tujuh tahun. "Pemakaian krim dilakukan sebelum tidur, dan bra tidak dilepas saat tidur," jelasnya. Menurutnya, krim seperti ini membantu pengencangan payudara, namun hasilnya akan maksimal jika dibantu dengan sejumlah aktivitas fisik dan kebiasaan baik.
2. Olahraga.
Olahraga menjadi kegemaran Femmy sejak remaja. Pilihan olahraga juga memengaruhi bentuk tubuh. Femmy memilih olahraga yang mengencangkan tubuh, untuk menjaga bentuk badan tetap ideal. Perut rata dan badan langsing serta kencang menjadi tujuannya.
"Setiap bangun tidur saya selalu sit up 30 repetisi," ungkapnya menambahkan untuk mendapatkan perut rata, olahraga rutin non stop selama tiga bulan dapat memberikan hasil maksimal.
Tubuh kencangnya didapati dari kebiasaan olahraga secara teratur. Tiga jenis olahraga favoritnya di antaranya body combat, yoga, muaythai. "Saya suka olahraga yang sifatnya maskulin. Tiga jenis olahraga ini saya lakukan secara bergantian jadi bukan kombinasi ketiganya dalam sekali latihan. Biasanya per dua minggu saya padukan olahraga ini. Hasilnya, perut rata dan badan kencang," jelasnya.
3. Selalu pakai bra.
Kebiasaan mengenakan bra yang tepat turut membantu menjaga bentuk payudara. Termasuk saat tidur, dengan menggunakan bra khusus tanpa kawat. Kebiasaan inilah yang dilakukan Femmy dan terbukti membantu payudaranya tetap kencang.
4. Posisi menyusui.
Menurut Femmy, cara menyusui juga memengaruhi bentuk payudara. "Biasanya ibu membungkuk menyesuaikan posisi dengan bayi saat menyusui. Ini memengaruhi payudara. Saya menyusui dengan mendekatkan bayi ke payudara, menggunakan bantalan yang membuatnya nyaman dan memang cara menyusui ini aman untuk bayi," jelasnya.
Sumber : Kompas.com
Sabtu, April 14, 2012
5 Kesalahan Teknis Penggunaan Kondom
Kondom memang bisa dikatakan efektif mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual lainnya. Namun jika terdapat kesalahan teknis dalam menggunakannya justru bisa berakibat fatal.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa kesalahan teknis dalam hal menggunakan kondom yang bisa berakibat fatal.
1. Telat menggunakan
Survei menunjukkan bahwa 17%-51,1% orang dilaporkan memakai kondom setelah hubungan seks dimulai. Kesalahan ini tak akan bisa mencegah penularan penyakit menular seksual.
2. Kondom terbalik
Sekitar 4%-30,4% responden juga melaporkan jika mereka sering terbalik dalam menggunakan kondom. Namun ketidaktahuan ini sering disepelekan dengan membaliknya lagi dan tetap melanjutkan pemakaian kondom tersebut. Hal ini buruk, karena dapat mengekspos cairan pra-ejakulasi Anda sehingga bisa memicu kehamilan yang tak diinginkan.
3. Robek
Sekitar 2,1%-11,2% responden mengaku membuka bungkus kondom menggunakan benda tajam. Permasalahannya adalah apabila benda yang Anda gunakan cukup tajam untuk merobek bungkus kondom, maka ada kemungkinan kondom akan ikut tersobek.
4. Tidak pakai sama sekali
Poin terakhir ini bukanlah hasil survei. Namun survei lain yang dilakukan National Survey of Sexual Health and Behavior menunjukkan hanya sekitar 45% pria usia 18-24 tahun yang memakai kondom saat melakukan hubungan seks dengan pasangannya.
Bahkan survei ini juga menunjukkan sedikitnya kesadaran orang menggunakan kondom. Terbukti hanya sekitar 29,3% pria berusia 25-34 tahun yang memakai kondom dan hanya 21,3% pria berusia 35-44 tahun yang menggunakan kondom.
5. Beradu dengan pelumas
Dalam survei juga terkuak sekitar 3,2% wanita dan 4,7% pria dilaporkan menggunakan pelumas berbahan dasar minyak pada kondom lateks yang dapat menurunkan efektivitas kondom lateks, sehingga kondom rentan rusak. [berbagai sumber/mor]
Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa kesalahan teknis dalam hal menggunakan kondom yang bisa berakibat fatal.
1. Telat menggunakan
Survei menunjukkan bahwa 17%-51,1% orang dilaporkan memakai kondom setelah hubungan seks dimulai. Kesalahan ini tak akan bisa mencegah penularan penyakit menular seksual.
2. Kondom terbalik
Sekitar 4%-30,4% responden juga melaporkan jika mereka sering terbalik dalam menggunakan kondom. Namun ketidaktahuan ini sering disepelekan dengan membaliknya lagi dan tetap melanjutkan pemakaian kondom tersebut. Hal ini buruk, karena dapat mengekspos cairan pra-ejakulasi Anda sehingga bisa memicu kehamilan yang tak diinginkan.
3. Robek
Sekitar 2,1%-11,2% responden mengaku membuka bungkus kondom menggunakan benda tajam. Permasalahannya adalah apabila benda yang Anda gunakan cukup tajam untuk merobek bungkus kondom, maka ada kemungkinan kondom akan ikut tersobek.
4. Tidak pakai sama sekali
Poin terakhir ini bukanlah hasil survei. Namun survei lain yang dilakukan National Survey of Sexual Health and Behavior menunjukkan hanya sekitar 45% pria usia 18-24 tahun yang memakai kondom saat melakukan hubungan seks dengan pasangannya.
Bahkan survei ini juga menunjukkan sedikitnya kesadaran orang menggunakan kondom. Terbukti hanya sekitar 29,3% pria berusia 25-34 tahun yang memakai kondom dan hanya 21,3% pria berusia 35-44 tahun yang menggunakan kondom.
5. Beradu dengan pelumas
Dalam survei juga terkuak sekitar 3,2% wanita dan 4,7% pria dilaporkan menggunakan pelumas berbahan dasar minyak pada kondom lateks yang dapat menurunkan efektivitas kondom lateks, sehingga kondom rentan rusak. [berbagai sumber/mor]
Langganan:
Postingan (Atom)