Sabtu, Agustus 20, 2011

Tips Menghindari Kejahatan Pembiusan Saat Mudik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bagi anda yang akan pulang kampung saat lebaran harap berhati-hati dan harus pintar-pintar menjaga diri dari pelaku-pelaku kejahatan dengan jalan pembiusan.

Seketika anda akan tidak sadar dan saat tersadar harta anda bisa raib dibawa kabur penjahat.

Berikut tips Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar supaya anda tidak menjadi korban pembiusan dan hipnotis baik saat mudik atau pun balik.

Pertama, pemudik sebaiknya jangan lekas percaya kepada orang yang sama sekali yang belum anda kenal.

Kedua, selama perjalanan pulang ke kampung halaman, pemudik harus banyak dzikir, jangan jalan sendirian, dan saling mengingatkan satu dengan yang lain.

Ketiga, jangan mudah menerima makanan atau minuman kaleng, sebab bisa saja makanan dan minuman itu sudah diracun.

Keempat, kenali modus-modus pelaku pembiusan. Pelaku biasanya beraksi di tempat yang ramai pemudik. Modus operandinya berpura-pura mengajak bicara. Setelah merasa akrab, pelaku biasanya menawarkan minuman kaleng atau makanan yang sudah diberi obat tidur. Setelah anda meminumnya, anda akan tidak sadarkan diri, lalu harta anda akan dibawa lari pelaku.

Kelima, bila ada masyarakat yang mengetahui korban pembiusan, segeralah laporkan ke kantor polisi atau ke posko keamanan terdekat.

Menurut, Baharudin pelaku pembiusan dan hipnotis merupakan pemain lama yang biasa beraksi. Jadi modusnya sebenarnya sudah bisa diketahu.

"Tapi tidak tertutup kemungkinan pula, wajah-wajah pelaku baru bermunculan. Untuk bisa mengetahuinya, tentu para pelaku pembiusan harus ditangkap lebih dulu," jelas Baharudin.

Berdasarkan data yang dihimpun, kasus kejahatan denga cara membius korbanya terakhir kali terjadi di Tanjungpriok. Dua orang kuli yang hendak mudik ke Indramayu tak sadarkan diri setelah meminum kopi yang dicampur obat tidur sama pelakunya.


Kamis, Juli 28, 2011

Amankah Ngeseks Saat Menstruasi?

GAIRAH seks bisa datang kapan saja, tak terkecuali ketika wanita mengalami menstruasi. Lantas, apa yang harus dilakukan ketika gairah seks muncul dalam keadaan tersebut?

Seks bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan jika dilakukan dengan cara yang tepat dan momen yang pas. Namun, bagaimana ketika wanita sedang kedatangan tamu bulanan sementara libido seksual sedang memuncak? Apa yang seharusnya dilakukan oleh para pasangan? Apakah tetap melakukan agenda seks atau menundanya hingga waktu menstruasi selesai?

Bagi sebagian orang mungkin hal tersebut sebuah larangan karena keberadaan menstruasi membuat ketidaknyamanan bagi agenda bercinta. Namun, berdasarkan sebuah penelitian, seks bisa menjadi agenda menyenangkan ketika wanita mengalami menstruasi sekalipun.

Berhubungan seks selama menstruasi merupakan pereda nyeri yang efektif bagi wanita, seperti diinformasikan ginekolog Dr Vrushali Lampat, seperti dirilis Times of India.

Dia mengatakan, “Seks akan memunculkan hormon endorphin yang dikenal baik untuk mengurangi nyeri haid dan kram yang muncul. Pada gilirannya, hormon ini pun ampuh melepaskan depresi, rasa cemas, dan marah-marah yang sering muncul saat wanita sedang menstruasi.”

Aktivitas fisik juga menyebabkan kontraksi tambahan yang melepaskan darah lebih cepat dan dalam jumlah lebih dari biasanya. Hal ini tentu akan mengurangi durasi menstruasi.

Riset pun mengatakan bahwa wanita justru menikmati seks ketika dilakukan saat mereka menstruasi. Dr Lampat menambahkan, “Beban di daerah panggul dan alat kelamin selama seks menyebabkan kenikmatan tingkat tinggi bagi wanita.”

Meski demikian, pakar konsultasi seks Dr Ganesha Raisinghani menyarankan, “Meskipun itu adalah waktu ideal untuk berhubungan seks tanpa kondom yang sering membuat pria tidak nyaman, namun ancaman terkena infeksi bagi wanita pun terbilang rentan. Jadi, kami menyarankan untuk tetap menggunakan perlindungan setiap saat. Tak hanya itu, seks oral dan eksperimen dengan posisi berbeda pun sebaiknya dihindari sama sekali."

(tty)

Senin, Juli 25, 2011

Ini Dia Kebiasaan Buruk Bikin Bagian Dada Kecil

Bagian dada besar masih menjadi idola sebagian perempuan. Tak jarang banyak kaum hawa yang melakukan pemasangan implan silikon atau sejenisnya.

Dampaknya pemasangan implan berupa silikon atau cairan saline meningkat dan diperkirakan saat ini ada 5-10 juta wanita di seluruh dunia yang menggunakannya. Bagi yang ukurannya sudah besar, tentu tidak perlu repot karena tinggal memikirkan cara merawatnya agar tidak cepat kendur dan tampak mengecil.

Seperti yang dikutip dari Webforweightloss, berikut beberapa kebiasaan buruk yang harus dihindari karena bisa menyebabkan ukuran bagian dada kecil.

Jarang makan daging
Nutrisi lain yang dibutuhkan untuk menjaga bentuk dan ukuran payudara adalah serat kolagen. Serat ini turut menyusun jaringan kulit dan menjaganya agar tidak cepat mengendur akibat proses penuaan dan kerusakan sel-sel kulit.

Kurang minum
Sekitar 80% tubuh manusia tersusun oleh cairan, sehingga beberapa jaringan akan menyusut ukurannya jika kadar air dalam tubuh berkurang. Salah satu bagian tubuh yang akan terpengaruh adalah payudara yang tidak terlalu banyak memiliki jaringan otot.

Anjuran para ahli untuk minum air putih 8 gelas/hari sudah cukup untuk menjaga kulit payudara tetap kencang dan jaringan lemak di dalamnya tetap kelihatan padat berisi. Batasi minum kopi, sebab kafein memiliki efek diuretik atau peluruh cairan tubuh.

Banyak minum alkohol
Konsumsi alkohol memang tidak berpengaruh secara langsung pada ukuran payudara, bahkan dalam takaran tertentu kandungan antioksidannya malah bisa melindungi jaringan dari efek penuaan. Namun sebaliknya, berbagai penelitian menunjukkan konsumsi alkohol berlebihan juga bisa memicu kanker payudara.

Banyak minum kopi
Sebuah penelitian di Swedia membuktikan bahwa ukuran payudara cenderung mengecil ketika wanita mengonsumsi kopi lebih dari tiga cangkir/hari.

Agar bentuk dan ukuran payudara tetap terjaga, batasi minum kopi dalam takaran wajar. Jika membutuhkan lebih banyak kafein agar tetap terjaga saat bekerja lembur, misalnya, lanjutkan dengan beberapa cangkir teh hangat.

Terlalu membatasi konsumsi lemak
Lemak adalah komponen penyusun jaringan payudara yang bisa dibilang paling dominan. Diet yang terlalu membatasi asupan lemak dan minyak tidak hanya mengganggu keseimbangan nutrisi, tetapi juga akan mempengaruhi bentuk dan ukuran payudara. [mor]