Jumat, Oktober 01, 2010

Olahraga Kurangi 30% Risiko Kanker Rahim

Perempuan yang rutin bekerja hingga berkeringat atau berolahraga memiliki risiko 30% lebih rendah terkena kanker endometrium.

Para peneliti di National Cancer Institute Amerika Serikat menganalisis 14 studi sebelumnya dan menemukan aktivitas fisik mengurangi risiko kanker endometrium sebesar 20-40% bila dibandingkan wanita yang tidak pernah berolahraga.

Penelitian ini dipublikasikan secara online di British Journal of Cancer, Rabu (29/9). Penelitian ini didanai National Cancer Institute.

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa olahraga mengurangi risiko kanker, termasuk kanker usus besar, payudara, kerongkongan dan ginjal. Kelebihan lemak tubuh kadang-kadang menyebabkan tingkat hormon lebih tinggi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko kanker.

"Kami sudah tahu bahwa mempertahankan berat badan yang sehat adalah cara penting mengurangi risiko kanker rahim. Tetapi penelitian kami menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki efek perlindungan sendiri," kata Steven Moore dari National Cancer Instiute yang memimpin penelitian.

Tetapi para ahli masih belum tahu persis berapa banyak aktivitas fisik yang dibutuhkan untuk menurunkan risiko mereka. Satu penelitian menunjukkan lebih dari 20% kanker rahim bisa dihindari jika wanita melaksanakan kerja atau olahraga dengan penuh semangat selama sekitar 20 menit sedikitnya lima kali sepekan.

Dalam penelitian terkait, Moore dan rekan juga menganggap studi masa lalu yang melacak seberapa banyak waktu yang dihabiskan perempuan untuk duduk. Mereka menemukan perempuan yang duduk selama lebih dari sembilan jam sehari memiliki dua kali lipat risiko kanker endometrium dibandingkan dengan wanita yang duduk kurang dari tiga jam sehari. Di negara maju, satu dari 40 perempuan memiliki peluang terkena kanker rahim.

"Ini penelitian baru yang memberikan bukti jelas bahwa lebih banyak perempuan yang aktif dan semakin sedikit waktu yang mereka habiskan untuk duduk, maka semakin kecil kemungkinan mereka terkena kanker rahim," kata Sara Hiom, direktur informasi kesehatan di Cancer Research Inggris. Dia tidak terkait dalam penelitian ini.

Hiom mengatakan olahraga membantu menurunkan kadar estrogen yang berpotensi membahayakan. "Aktif menjaga dan banyak berolahraga serta menghabiskan lebih banyak waktu di kaki Anda akan membantu mengurangi risiko kanker rahim." [mor]

Satai Lembut

BENTUKNYA seperti satai. Namun dagingnya tidak dibakar seperti lazimnya satai.

Bahan-bahan:
- 500 gram daging sapi cincang tanpa lemak
- 400 gram kelapa muda, bakar, parut, haluskan
- 8 batang serai, untuk tusuk satai

Haluskan:
- 1 sendok teh ketumbar, sangrai
- 1 sendok teh jintan, sangrai
- 6 butir kemiri, sangrai
- 5 buah cabai merah
- 4 cm jahe
- 1 sendok teh terasi goreng
- 3 batang serai, ambil bagian yang putih, iris halus
- 3 lembar daun salam, iris halus
- 5 cm kencur
- 1 sendok teh merica butiran, sangrai

Saus:
- 250 gram gula merah sisir
- 50 ml air asam Jawa
- 1/2 sendok teh jintan bubuk
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 3 lembar daun jeruk, iris halus
- 3 cm temu mangga, memarkan

Cara membuat:
- Campur daging cincang, kelapa halus, dan bumbu halus, aduk rata. Bentuk segi empat 3 cm dan tebal 1 cm.
- Tusuk tiap tiga buah daging dengan satu batang serai.
- Goreng dalam minyak banyak dan panas hingga matang dan berwarna kuning kecokelatan, angkat. Tiriskan. Sisihkan.
- Saus: Campur semua bahan, aduk rata. Masak hingga gula larut dan matang, angkat. Sisihkan.
- Siram satai dengan saus. Sajikan. [mor]