Sulit tidur sudah pasti menggangu. Tubuh menjadi kurang segar, stamina menurun, dan aktifitas harian pun turut terimbas.
Banyak faktor yang dapat menghambat kualitas tidur seseorang mulai dari banyakmengkonsumsi kafein hingga sedang menderita sakit. Nah, seperti dikutip dariHealth , berikut beberapa faktor yang menyebabkan berkurangnya kualitas tidurseseorang.
Apa saja? Simak ulasan berikut...
Sakit
Dalam satu studi terungkap bahwa dari sekitar 15 persen orang yang menderitapenyakit kronis, setidaknya dua per tiga dari mereka dilaporkan mengalami kesulitantidur. Sakit punggung, sakit kepala, dan masalah pada persendian menjadi penyebab utama sulit tidur.
Obat-obatan
Obat, yang bebas atau dengan resep dokter, bisa mengganggu pola tidur. Terlebihbila Anda mengonsumsinya menjelang waktu tidur atau dosisnya berlebihan.
Stres dan masalah mental
Insomnia adalah paduan dari gejala dan akibat dari depresi dan kegelisahan. Karenaotak menggunakan ‘sinyal’ serupa untuk mengatur jadwal tidur dan emosi, sangatsulit menentukan mana yang harus dimunculkan lebih dulu.
Situasi atau kejadian yang membuat stres, seperti masalah uang atau perkawinan,sangat ampuh untuk memicu insomnia. Bahkan, bisa jadi masalah ini akanberkepanjangan.
Perubahan hormon
Menstruasi, menopause, dan kehamilan merupakan sumber utama masalah tidurpada perempuan. Ruam panas, masalah payudara, atau sering buang air kecil jugamengganggu pola tidur teratur.
Menurut sebuah lembaga yang menangani masalah tidur, sekitar 40 persen yang mengalami masa transisi menjelang menopause kerap mengalami masalah tidur.
Perubahan jam kerja
Jam kerja yang berlawanan dengan jam tidur normal. Orang yang kerap berpindahjam kerja mengalami penurunan level serotonin, hormon dan saraf pengirim yangterdapat dalam sistem saraf pusat yang membantu mengatur tidur. [mor]
Senin, Maret 19, 2012
Orientasi Seks Pria Muncul Sejak dalam Kandungan
Soal seks pria memang jagonya ! Bahkan, ketika masih berada dalam kandungan kaum adam telah memiliki orieentasi seksual. Benarkah ?
Sebuah studi di New York mengemukakan bahwa orientasi seksual pria ditentukansejak mereka masih dalam kandungan.
Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dr. Anthony F. Bogaert dariUniversitas Brock di St. Cantherine, Ontario, Kanada menunjukkan seorang anaklaki-laki yang mempunyai lebih banyak kakak laki-laki memiliki kecenderungan lebih besar menjadi homo atau gay atau dalam istilah psikologis disebut fraternal birth order effect.
Untuk mengetahui apakah hal tersebut efek dari lahir atau pengaruh psikologisselama tumbuh kembang, Bogaert mengadakan penelitian kepada 994 pria gay dannormal, termasuk didalamnya saudara kandung, yang diadopsi dan memiliki saudaratiri.
Jika homoseksual dan kaitannya dengan fraternal birth order dipengaruhi oleh faktor lingkungan saat ia tumbuh kembang, maka hal itu akan terlihat, terlepas kakak laki-laki itu saudara kandung atau tidak.
Dari penelitian tersebut Bogaert menemukan fakta bahwa homoseksual dan pengaruhnya karena memiliki kakak laki-laki lebih banyak bisa terjadi jika merekaadalah saudara kandung.
Hal ini terlihat dari subyek penelitian saudara kandung yang dibesarkan secara terpisah namun salah satunya menjadi gay. Banyaknya waktu seorang pria yangdihabiskan bersama kakak laki-lakinya terlepas saudara kandung atau tidak, tidakada hubungan dengan orientasi seksual.
"Hasil ini mendukung pernyataan bahwa masa kandungan mempengaruhi
perkembangan orientasi seksual dan efek fraternal birth order yang dihasilkan dariinsting feminim ibu saat bayi laki-laki dikandung dan tumbuh kembang." ujarBogaert dalam laporannya di PNAS edisi pertama.
Dari sana muncul teori jika tubuh seorang perempuan menganggap seorang janin laki-laki adalah benda asing, maka terbentuk antibodi yang akan menjadi kuat seiring dengan perkembangan si janin tersebut.
"Jika teori ini benar, berarti efek dari antibodi gen laki-laki dari sang ibu akanmempengaruhi diferensiasi seksual pada otak si anak sehingga mempengaruhiorientasi seksual si anak ke depannya," ungkap Bogaert. [berbagai sumber/mor]
Sebuah studi di New York mengemukakan bahwa orientasi seksual pria ditentukansejak mereka masih dalam kandungan.
Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dr. Anthony F. Bogaert dariUniversitas Brock di St. Cantherine, Ontario, Kanada menunjukkan seorang anaklaki-laki yang mempunyai lebih banyak kakak laki-laki memiliki kecenderungan lebih besar menjadi homo atau gay atau dalam istilah psikologis disebut fraternal birth order effect.
Untuk mengetahui apakah hal tersebut efek dari lahir atau pengaruh psikologisselama tumbuh kembang, Bogaert mengadakan penelitian kepada 994 pria gay dannormal, termasuk didalamnya saudara kandung, yang diadopsi dan memiliki saudaratiri.
Jika homoseksual dan kaitannya dengan fraternal birth order dipengaruhi oleh faktor lingkungan saat ia tumbuh kembang, maka hal itu akan terlihat, terlepas kakak laki-laki itu saudara kandung atau tidak.
Dari penelitian tersebut Bogaert menemukan fakta bahwa homoseksual dan pengaruhnya karena memiliki kakak laki-laki lebih banyak bisa terjadi jika merekaadalah saudara kandung.
Hal ini terlihat dari subyek penelitian saudara kandung yang dibesarkan secara terpisah namun salah satunya menjadi gay. Banyaknya waktu seorang pria yangdihabiskan bersama kakak laki-lakinya terlepas saudara kandung atau tidak, tidakada hubungan dengan orientasi seksual.
"Hasil ini mendukung pernyataan bahwa masa kandungan mempengaruhi
perkembangan orientasi seksual dan efek fraternal birth order yang dihasilkan dariinsting feminim ibu saat bayi laki-laki dikandung dan tumbuh kembang." ujarBogaert dalam laporannya di PNAS edisi pertama.
Dari sana muncul teori jika tubuh seorang perempuan menganggap seorang janin laki-laki adalah benda asing, maka terbentuk antibodi yang akan menjadi kuat seiring dengan perkembangan si janin tersebut.
"Jika teori ini benar, berarti efek dari antibodi gen laki-laki dari sang ibu akanmempengaruhi diferensiasi seksual pada otak si anak sehingga mempengaruhiorientasi seksual si anak ke depannya," ungkap Bogaert. [berbagai sumber/mor]
Sabtu, Maret 17, 2012
Petak Umpet Membuat Panas Tempat Tidur Anda
Ingin menambah bumbu dalam kehidupan seks Anda bersama suami? Kenapa tidak dengan melakukan permainan-permainan berikut ini dan buat aktivitas bercinta jauh dari kata membosankan.
Games atau permainan adalah cara berbeda yang bisa membuat Anda dan pasangan bergairah. Berikut ini beberapa games yang dapat menginspirasi malam Anda berakhir pada permainan sebenarnya, seperti dikutip dari The Frisky dan Red Book:
Strip Poker
Berbeda dengan bermainan kartu biasanya, ada hukuman bagi mereka yang kalah dalam permainan kartu ini. Hukumannya adalah menanggalkan satu persatu pakaian yang dikenakan. Lihat saja seberapa tahan si dia melanjutkan game ini jika Anda kalah tiga kali berturut-turut.
Petak Umpet
Kembali ke masa kecil, banyak games untuk anak-anak yang bisa membangkitkan gairah. Anda yang bersembunyi dan biarkan si dia yang mencari. Cara membuat permainan ini menarik adalah dengan meninggalkan helai demi helai busana sebagai petunjuk dimana Anda bersembunyi.
Scrabble
Game merangkai sebuah kata dari huruf-huruf ini memang terkesan begitu serius. Tetapi ternyata berkompetisi dapat meningkatkan tingkat testosteron, baik pada pria maupun wanita sehingga meningkatkan gairah seksual. Apalagi jika Anda merangkai kata-kata yang 'nakal'.
Blind Man
Untuk memainkan permainan ini Anda butuh scarf atau sapu tangan. Lalu tutup mata pasangan dengan benda tersebut dan pastikan dia tidak akan mengintip atau membuka sebelum waktunya. Bimbing pasangan menuju tempat bercinta. Kemudian pelan-pelan goda pasangan sesuka Anda. Jadikan gairahnya sebagai petunjuk apa yang harus Anda lakukan selanjutnya.
Bom Waktu
Siapkan terlebih dahulu jam yang sudah disetel alarmnya. Kompromikan terlebih dulu berapa lama waktu yang Anda dan suami sepakati, 5 menit, 10 menit dan seterusnya. Berapapun interval waktu yang dipilih, buat pasangan berjanji untuk tidak melakukan penetrasi sebelum alarm berbunyi. Selama menunggu lakukan foreplay yang selama ini Anda rasa si dia tidak pernah melakukannya. Praktekkan dan lihat sendiri apakah si dia bisa bertahan hingga 'bom waktu' berbunyi.
Games atau permainan adalah cara berbeda yang bisa membuat Anda dan pasangan bergairah. Berikut ini beberapa games yang dapat menginspirasi malam Anda berakhir pada permainan sebenarnya, seperti dikutip dari The Frisky dan Red Book:
Strip Poker
Berbeda dengan bermainan kartu biasanya, ada hukuman bagi mereka yang kalah dalam permainan kartu ini. Hukumannya adalah menanggalkan satu persatu pakaian yang dikenakan. Lihat saja seberapa tahan si dia melanjutkan game ini jika Anda kalah tiga kali berturut-turut.
Petak Umpet
Kembali ke masa kecil, banyak games untuk anak-anak yang bisa membangkitkan gairah. Anda yang bersembunyi dan biarkan si dia yang mencari. Cara membuat permainan ini menarik adalah dengan meninggalkan helai demi helai busana sebagai petunjuk dimana Anda bersembunyi.
Scrabble
Game merangkai sebuah kata dari huruf-huruf ini memang terkesan begitu serius. Tetapi ternyata berkompetisi dapat meningkatkan tingkat testosteron, baik pada pria maupun wanita sehingga meningkatkan gairah seksual. Apalagi jika Anda merangkai kata-kata yang 'nakal'.
Blind Man
Untuk memainkan permainan ini Anda butuh scarf atau sapu tangan. Lalu tutup mata pasangan dengan benda tersebut dan pastikan dia tidak akan mengintip atau membuka sebelum waktunya. Bimbing pasangan menuju tempat bercinta. Kemudian pelan-pelan goda pasangan sesuka Anda. Jadikan gairahnya sebagai petunjuk apa yang harus Anda lakukan selanjutnya.
Bom Waktu
Siapkan terlebih dahulu jam yang sudah disetel alarmnya. Kompromikan terlebih dulu berapa lama waktu yang Anda dan suami sepakati, 5 menit, 10 menit dan seterusnya. Berapapun interval waktu yang dipilih, buat pasangan berjanji untuk tidak melakukan penetrasi sebelum alarm berbunyi. Selama menunggu lakukan foreplay yang selama ini Anda rasa si dia tidak pernah melakukannya. Praktekkan dan lihat sendiri apakah si dia bisa bertahan hingga 'bom waktu' berbunyi.
Langganan:
Postingan (Atom)